WHO Soroti Tingginya Perbedaan Kasus Corona di Jakara dan Wilayah Lain

IDN Times Diupdate 04.27, 14/08 • Dipublikasikan 21.58, 13/08 • Margith Juita Damanik
WHO Soroti Tingginya Perbedaan Kasus Corona di Jakara dan Wilayah Lain

Jakarta, IDN Times - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti perbedaan signifikan, antara jumlah kasus suspek COVID-19 di DKI Jakarta dengan di Indonesia secara keseluruhan.

"Ada perbedaan yang signifikan antara jumlah kasus terduga yang diuji di Jakarta dibandingkan dengan wilayah lain di Indonesia," tulis WHO dalam laporannya terkait kasus COVID-19 di Indonesia.

1. Angka suspek Indonesia tinggi karena DKI

WHO Soroti Tingginya Perbedaan Kasus Corona di Jakara dan Wilayah Lain

Dalam grafik yang dimiliki WHO menunjukkan, ada ketimpangan jumlah kasus yang cukup tinggi antara wilayah DKI Jakarta dan wilayah lain di Indonesia dalam hal suspected cases tasted. Di DKI Jakarta angkanya jauh lebih tinggi dari daerah lainnya.

WHO mencatat, Jakarta telah mencapai benchmark deteksi kasus minimum dengan 1 suspected cases tested per 1.000 populasi per minggunya.

Terkait ketimpangan ini, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito sebelumnya pada 10 Agustus 2020 mengatakan, kasus COVID-19 tinggi di Jakarta karena datanya merupakan gabungan dari kasus ibu kota dan kasus di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

"Terdiri dari dua komponen, yaitu kasus DKI Jakarta dan RSD Wisma Atlet," ujar  Wiku saat konferensi pers melalui streaming YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (11/8/2020).

2. Kasus di Jakarta masih lebih rendah dibandingkan Jawa Timur

WHO Soroti Tingginya Perbedaan Kasus Corona di Jakara dan Wilayah Lain

Sementara, fatality rate DKI Jakarta berada di peringkat kedua tertinggi di Indonesia dengan angka 3,81 persen. Peringkat pertama ditempati Jawa Timur dengan 7,63 persen, dan peringkat ketiga ditempati Jawa Tengah dengan 6, 73 persen.

Menurut Wiku, kasus COVID-19 di Ibukota masih lebih rendah dibandingkan Jawa Timur. Per 10 Agustus 2020, Jawa Timur memiliki 25.330 kasus COVID-19.

"Jadi kalau kita lihat, kasus di DKI Jakarta saja sebenarnya sedikit lebih rendah dibandingkan Jawa Timur, karena memang lokasi RSD Wisma Atlet ada di Jakarta," katanya.

3. Imbauan Anies soal 3M dan 3T

WHO Soroti Tingginya Perbedaan Kasus Corona di Jakara dan Wilayah Lain

Untuk semakin menekan angka kasus COVID di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat semakin disiplin dan mau bekerja sama dengan pemerintah terkait penerapan protokol kesehatan.

"Karena itu saya sering mengistilahkan warga melakukan 3M, pemerintah melakukan 3T," kata Anies dalam diskusi dengan Forum Pemimpin Redaksi yang berlangsung via Zoom, Kamis (13/8/2020) malam.

"Warganya pakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Pemerintahnya testing, tracing, treatment," kata Anies menjelaskan istilah 3M dan 3 T.

Artikel Asli