WHO: Jumlah Anak Muda Terinfeksi Virus Corona COVID-19 Meningkat Tiga Kali Lipat

Liputan6.com Diupdate 10.33, 05/08/2020 • Dipublikasikan 10.33, 05/08/2020 • Benedikta Miranti Tri Verdiana
Tedros Adhanom Ghebreyesus (tengah), direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, berbicara pada konferensi pers tentang pembaruan COVID-19, di kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss.
Tedros Adhanom Ghebreyesus (tengah), direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, berbicara pada konferensi pers tentang pembaruan COVID-19, di kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss.(Salvatore Di Nolfi/Keystone via AP)

Liputan6.com, Jenewa - Orang-orang muda yang mengunjungi kelab malam serta pantai memimpin peningkatan kasus Virus Corona COVID-19 di seluruh dunia. Dengan proporsi mereka yang berusia 15 hingga 24 yang terinfeksi meningkat tiga kali lipat dalam waktu sekitar lima bulan, sesuai laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia WHO.

Sebuah analisis oleh WHO terhadap 6 juta infeksi antara 24 Februari dan 12 Juli 2020, menemukan bahwa proporsi orang berusia 15-24 tahun naik menjadi 15 persen dari 4,5 persen. Demikian seperti dilaporkan oleh Channel News Asia, Rabu (5/8/2020).

Terlepas dari Amerika Serikat yang memimpin penghitungan global dengan 4,8 juta total kasus, negara-negara Eropa termasuk Spanyol, Jerman dan Perancis, dan negara-negara Asia seperti Jepang, telah mengatakan bahwa banyak dari mereka yang baru terinfeksi adalah kaum muda.

"Orang-orang yang lebih muda cenderung kurang waspada akan jarak sosial," ujar Neysa Ernst, manajer perawat di unit biocontainment Rumah Sakit Johns Hopkins di Baltimore, Maryland.

"Perjalanan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan dan menyebarkan Virus Corona COVID-19," katanya, seraya menambahkan bahwa kaum muda lebih cenderung pergi bekerja di komunitas, ke pantai atau pub, atau membeli bahan makanan.

Lonjakan Kasus

Petugas medis dari Provinsi Jiangsu bekerja di sebuah bangsal ICU Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, 22 Februari 2020. Para tenaga medis dari seluruh China telah mengerahkan upaya terbaik mereka untuk mengobati para pasien COVID-19 di rumah sakit tersebut. (Xinhua/Xiao Yijiu)

Lonjakan kasus baru, yang disebut sebagai gelombang kedua infeksi, telah mendorong beberapa negara untuk memaksakan pembatasan baru dalam perjalanan bahkan ketika perusahaan-perusahaan berlomba untuk menemukan vaksin.

Bahkan negara-negara seperti Vietnam, yang secara luas dipuji atas upaya mitigasinya sejak Virus Corona baru muncul pada akhir Januari, sedang memerangi kelompok infeksi baru.

Di antara mereka yang berusia 5-14 tahun, sekitar 4,6 persen terinfeksi, naik dari 0,8 persen, antara 24 Februari dan 12 Juli, WHO mengatakan, pada saat pengujian meningkat dan para ahli kesehatan masyarakat khawatir bahwa pembukaan sekolah kembali mungkin menyebabkan lonjakan kasus.

Anthony Fauci, ahli terkemuka AS tentang penyakit menular, mendesak orang-orang muda bulan lalu untuk terus menjaga jarak secara sosial, memakai masker dan menghindari keramaian, dan memperingatkan bahwa orang yang tidak bergejala dapat menyebarkan virus juga.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Asli