Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Viral Video Pelajar SMA di Kupang Asik Pesta Miras dan Merokok di Dalam Kelas

Merdeka.com Dipublikasikan 2 hari lalu
Siswa-siswi SMA di Kupang Pesta Miras Dalam Kelas. ©Istimewa
Satu orang siswi menuang miras dari dalam botol bekas air mineral ke gelas, lalu diberikan kepada tiga siswa lain yang sedang berdiri.

Sebuah video berdurasi 11 menit beredar luas dan viral di media sosial. Video pendek itu menunjukkan sejumlah siswa-siswi SMA di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur sedang merokok, serta mengonsumsi minuman keras (Miras) jenis sopi.

Diketahui para siswa ini berasal dari SMAN 8 Kupang dan SMKN 2 Kupang. Mereka diduga sedang pesta miras, terlihat tiga orang siswi sedang duduk sambil mengisap rokok.

Sedangkan, satu orang siswi menuang miras dari dalam botol bekas air mineral ke gelas, lalu diberikan kepada tiga siswa lain yang sedang berdiri.

Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Kupang, Haris Akbar mengatakan, pihaknya meminta maaf atas perbuatan tak terpuji beberapa orang siswa-siswinya itu.

"Atas kejadian video yang viral tentang beberapa siswa yang berteman antar sekolah, lalu ada tindakan yang membuat nama sekolah tercoreng. Saya mohon maaf atas perlakuan siswa kami," kata Haris Akbar, Sabtu (15/1).

Menurut Haris Akbar, kejadian itu berlangsung saat jam belajar mengajar di SMA Negeri 8 Kupang. Para siswa ini diduga bolos dari kegiatan belajar mengajar di sekolah, lalu bergabung bersama teman-teman mereka di SMK Negeri 2 hingga video mereka viral.

"Setelah melihat video yang beredar ini, kami mengambil tindakan-tindakan secara lembaga dengan melihat jauh kedepan tentang anak-anak ini. Kita memberi hukuman dalam bentuk mendidik dengan cara memanggil lalu menasehati di depan orang tua masing-masing secara kekeluargaan," jelas Haris.

Dengan pembinaan yang diberikan, Haris Akbar berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi.

"Minimal pembinaan ini bisa mengubah karakter maupun kebiasaan mereka. Sebagai pendidik kami akan terus mendidik mereka, dalam tanda kutip ada yang bilang mereka buruk, tapi saya mau katakan bahwa mereka harus melalui era ini, saya mohon maaf untuk itu," tutupnya.

Informasi yang dihimpun merdeka.com, dua orang siswa berasal dari SMK Negeri 2 Kupang, sedangkan tiga siswa lainnya berasal dari SMA Negeri 8 Kupang.

Artikel Asli