Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Angka Pernikahan Dini Melonjak, 769 Orang Ajukan Dispensasi Nikah

Radar Banyuwangi Diupdate 01.00, 09/10 • Dipublikasikan 01.00, 09/10 • Ali Sodiqin
Angka Pernikahan Dini Melonjak, 769 Orang Ajukan Dispensasi Nikah
Angka pernikahan dini di Banyuwangi cukup tinggi. Selama bulan Januari sampai September, tercatat 769 orang mengajukan dispensasi pernikahan…

BANYUWANGI – Angka pernikahan dini di Banyuwangi cukup tinggi.Selamabulan Januari sampai September, tercatat 769 orang mengajukan dispensasi pernikahan. Hingga kemarin (7/10), calon pengantin usia dini yang mengajukan dispensasi ke Pengadilan Agama (PA) terus bertambah.

Setiap bulan, rata-rata hampir 100 orang tua mengajukan permohonan menikah anaknya yang belum cukup umur. Dengan rincian, bulan Januari 104 perkara, Februari 89 perkara, Maret 109 perkara, April 63 perkara, Mei 44 perkara, Juni 114 perkara, Juli 82 perkara, Agustus 79 perkara, dan September 85 perkara.

Berdasar peraturan baru, warga yang hendak menikah harus berusia minimal 19 tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Ketentuan lama, perempuan diperbolehkan menikah jika sudah berumur 16 tahun. Akibat perubahan tersebut, makin banyak anak perempuan yang mengajukan dispensasi. ”Dulu menikah pada usia 17 tahun atau 18 tahun tidak perlu mengajukan dispensasi. Sekarang harus mengajukan ke pengadilan,” ujar Panitera PA Banyuwangi Subandi.

Selama ini, jelas Subandi, sudah banyak permohonan dispensasi yang telah dikabulkan hakim. Mereka mempertimbangkan alasan yang diajukan. Mulai kekhawatiran orang tua tentang pergaulan anak yang sudah terlalu jauh hingga ada di antara mereka yang lebih dulu berbadan dua. ”Ada beberapa faktor, mulai dari dijodohkan, sudah menikah siri, bertemu di media sosial, hingga lainnya,” katanya.

Proses untuk memperoleh dispensasi tidak dipersulit. Paling cepat sekali sidang langsung diputus dan permohonan dispensasi nikah banyak yang dikabulkan. ”Jika pernikahan masih bisa ditunda dan kami nasihati, biasanya dispensasi tidak terjadi. Menunggu usia cukup untuk menikah,” jelas Subandi.

Pernikahan dini tidak menjamin langgengnya biduk rumah tangga. Ada yang meminta permohonan dispensasi, namun rumah tangganya berakhir dengan perceraian.  Mereka berpisah dari pasangan pada usia sangat muda. ”Ada yang masih berusia 19 tahun, tapi sudah mengajukan cerai. Saat proses mediasi sebelum sidang, kondisi masih sangat muda,” ungkapnya.

Subandi menjelaskan, kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama, baik oleh pemerintah maupun masyarakat itu sendiri. ”Kami telah membangun kerja sama dengan Dinsos Banyuwangi untuk merumuskan cara bagaimana angka pernikahan dini di Banyuwangi ini bisa ditekan,” pungkasnya.

Artikel Asli