Vonis PTUN: Blokir Internet di Papua, Presiden dan Menkominfo Melanggar Hukum

kumparan Dipublikasikan 06.56, 03/06 • kumparanNEWS
Ilustrasi palu hakim dan kitab undang-undang Foto: Pixabay

Hakim PTUN mengabulkan gugatan terkait pemblokiran internet di wilayah Papua dan Papua Barat pada pertengahan 2019 lalu. Hakim menyatakan pemblokiran tersebut merupakan perbuatan yang melanggar hukum.

Gugatan diajukan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) serta Pembela Kebebasan Berekspresi Asia Tenggara (SAFEnet). Mereka menggugat Presiden serta Menteri Komunikasi dan Informatika.

"Mengabulkan gugatan para penggugat," kata Ketua Majelis Hakim PTUN Jakarta Nelvy Christin, dikutip dari kanal YouTube SAFEnet, Rabu (3/6).

Pemblokiran yang dimaksud ialah terkait dengan kerusuhan di beberapa wilayah di Papua pada Senin, 19 Agustus 2019. Buntut kerusuhan itu, Menkominfo saat itu, Rudiantara melakukan perlambatan hingga pemblokiran layanan data internet.

Hakim pun sepakat bahwa perbuatan tersebut merupakan pelanggaran hukum.

"Adalah perbuatan melanggar hukum oleh badan dan/atau pejabat pemerintahan," kata hakim.

Hakim pun memaparkan perbuatan yang dimaksud, yakni:

  • Throttling atau pelambatan akses/bandwith di beberapa wilayah Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua pada 19 Agustus 2019 sejak pukul 13.00 WIT sampai dengan pukul 20.30 WIT

  • Pemblokiran layanan data dan/atau pemutusan akses internet secara menyeluruh di Provinsi Papua (29 kota/kabupaten) dan Provinsi Papua Barat (13 kota/kabupaten tertanggal 21 Agustus 2019 sampai dengan setidak-tidaknya pada 4 September 2019 Pukul 23.00 WIT

  • Memperpanjang pemblokiran layanan data dan/atau pemutusan akses internet di 4 kota/kabupaten di Provinsi Papua (yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Jayawijaya) dan 2 kota/kabupaten di Provinsi Papua Barat (Kota Manokwari dan Kota Sorong) sejak 4 September 2019 pukul 23.00 WIT sampai dengan 9 September 2019 pukul 18.00 WIT/20.00 WIT

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona

Artikel Asli