Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Vokal soal Virus Korona, Siapa Sebenarnya Dokter Tirta?

Trending Now! Dipublikasikan 05.24, 30/03/2020
Photo by Unsplash/nci
Photo by Unsplash/nci

Nama dokter Tirta tengah menjadi perbincangan di media sosial beberapa minggu terakhir. dr Tirta menjadi sorotan setelah jadi narasumber video Deddy Corbuzier disusul muncul dalam acara Indonesia Lawyers Club di TV One.

Ketika itu ia memberikan kritik terhadap juru bicara pemerintah sampai tokoh publik yang tak tergerak hatinya untuk melawan virus korona. Videonya saat menjadi pembicara itu telah diputar sebanyak lebih dari 4 juta kali di Youtube dan masuk dalam jajaran trending di Indonesia. 

Dr Tirta kerap aktif menyerukan perlawanan untuk melawan virus korona, ia tak segan untuk memberikan komentar tajam terhadap langkah yang diambil pemerintah pusat dalam antisipasi penyebaran virus ini.

Belakangan juga dr Tirta melakukan siaran langsung di Instagramnya, video tersebut direkam usai ia melakukan pemberian APD ke sejumlah rumah sakit. 

Dalam siaran langsungnya dr Tirta menyampaikan tiga tuntutan pada pemerintah, yakni perbaikan juru bicara pemerintah untuk Penanganan virus korona karena ia menilai pernyataan dari juru bicara itu kerap kontroversial. 

Selain itu dr Tirta mengharapkan presiden mengundang 10 pakar ekonomi yang ada di Indonesia untuk mengevaluasi kemungkinan terburuk bila ada karantina wilayah. 

Dan pada tuntutan terkahir dr Tirta meminta segera dilakukannya karantina wilayah untuk menghentikan penyebaran virus korona.

Nama dr Tirta kerap masuk dalam trending topics hangat di media sosial.

Lalu siapa Tirta sebenarnya?

Tirta Mandira Hudhi atau yang dikenal dengan dr Tirta ini merupakan dokter lulusan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Pria kelahiran 1991 ini sempat menjadi seorang dokter muda di Puskemas Turi dan Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada (UGM). Dr Tirta mengaku pernah ditawari untuk melanjutkan studi S2 di Belanda dan Jerman oleh Profesor Iwan, namun tawaran tersebut ditolaknya.

Dr Tirta sempat vakum sementara dari dunia kesehatan, ia melakukan praktek terakhirnya pada 2018 silam. Pria ini memilih untuk menekuni usahanya di bidang cuci sepatu. Sosok dr Tirta memang tidak asing dikalangan pecinta sneakers karena ia merupakan influencer sneaker, dr Tirta juga seorang CEO Shoes and Care. Usaha tersebut merupakan jasa cuci sepatu yang awalnya dari rumah kosan hingga kini memiliki 19 workshop yang tersebar di sembilan kota Indonesia. 

Di tengah pandemi virus korona saat ini, dr Tirta memilih mejadi relawan untuk mencegah penyebaran virus korona di Indonesia. Dokter muda ini gencar memberikan Alat Pelindung Diri (APD) kepada tenaga medis, ia juga cukup vokal dalam menyerukan pencegahan virus korona di Indonesia. 

Ia mengaku tergerak untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahayanya virus korona, terutama usai mengetahui profesornya di Fakultas Kedokteran UGM masuk rumah sakit karena terjangkit virus tersebut.

Dalam media sosialnya dokter ini kerap mengkampanyekan pencegahan untuk melawan virus korona. Namun beberapa waktu lalu publik sempat dibuat heboh dengan penetapan status dr Tirta menjadi seorang pasien dalam pengawasan (PDP). Melalui akun Instagramnya dr Tirta menceritakan mengenai kronologinya dirawat usai berkeliling membagikan bantuan alat kesehatan ke sejumlah rumah sakit. 

Dokter itu kemudian merasakan gejala batuk dan demam, ia lalu memutuskan untuk memeriksa ke rumah sakit karena ia memiliki riwayat bronchitis kronis dan akhirnya dr Tirta ditetapkan menjadi PDP. 

Meskipun dirawat di rumah sakit, dr Tirta tetap memberikan imbauan untuk melawan virus korona, ia juga mengatakan timnya akan terus berkeliling membagikan sumbangan kesehatan untuk tenaga medis.

Lihat postingan ini di Instagram

Dua • Rabu saya rapid test di dewan_masjid_indonesia dan hasilnya negatif • Kamis : saya keliling ke 8 rumah sakit kasi apd sampe jam 3 pagi • Jumat: kondisi saya belum tidur, saya ke wisma atlet, makan bakso grobak, depan wisma atlet, sepulang dari wisma atlet, sabtu subjh saya demam + batuk + nyeri TELAN. Jembik. Baksonya kayanya ye • Sabtu : saya ke rs Status : pdp (karena riwayat ke redzone) • Minggu : rapid test kedua kalinya, NEGATIF, mau d lakukan swab, radang tenggorok sudah ga ada, cari lendir susah, hasil PCR keluar selasa, gejala ga ada lagi, cuma batuk ringan, demam turun tanpa obat • Diagnosa : bronkitis kronis akibat rokok HAHAHAAHAHA BAJILAK. CORONA AMAN, ROKOK MEMBUNUHMU , status ODP HIJAU ! MANTAP CUUUK ! • Ga ada halangan, selasa saya cabut dari @kartikahospital , makasih semua yg mendoakan • Makasih banyak @jokowi dan @belvadevara dan temen2 kementerian inc @kemenkes_ri telpon kabar, saya akui, pemerintah sampe telpon saya, menanyakan kabar itu luar biasa • Makasih @divisihumaspolri , udah chat dan kasi semangat, makasih pak @sandiuno chat juga ! Pak manov dkk • Makasih dokter puskes tni, sudah chat dan kasi semangat, temen temen followers, temen @kurirkebaikan.id , @andhikae.putra @muhammad_ers @muhammad_ers dkk • Semua dokter, dosen, @ardilamry @cop86 @hasbyristama , pd fk 09 ugm, dan semua followers • Stop rokok. Kapok ane. Untung ga mati. Begitu kata dr lukas sp PD dokter @kartikahospital • Ingat ODP DAN PDP BUKAN POSITIF CORONA !!!!! JANGAN SALAH KAPRAH • Info yg mengatakan saya POSITIF CORONA ITU HOAX !

Sebuah kiriman dibagikan oleh Cipeng | TIRTA (@dr.tirta) pada 29 Mar 2020 jam 4:21 PDT

Bagaimana tanggapan kalian mengenai dokter Tirta ini? share di kolom komentar.