Vitiligo, Penyakit Autoimun Kala Tubuh Serang Kulit Sendiri

Liputan6.com Diupdate 10.00, 21/11/2019 • Dipublikasikan 10.00, 21/11/2019 • Benedikta Desideria
5 Penyakit Autoimun Ini Langka tapi Nyata (enterlinedesign/shutterstock)
Penyakit autoimun (enterlinedesign/shutterstock)

Liputan6.com, Jakarta Ada banyak jenis penyakit autoimun. Ada autoimun yang sistemik, tapi ada juga yang hanya berdampak ke kulit saja seperti disampaikan dokter spesialis kulit dan kelamin Dian Pratiwi.

"Autoimun kan suatu diagnosis yang lebarbanget. Nah, di dalam keluarga (penyakit) autoimun itu ada autoimun kulit, dan autoimun kulit pun macam-macam," kata Dian saat temu media di Jakarta Pusat ditulis Kamis (21/11/2019).

Salah satu contoh penyakit autoimun yang berdampak pada kulit yakni vitiligo. Ini adalah kondisi autoimun yang spesifik menyerang melanosit. Berhubung tubuh menyerang melanosit, maka kondisi ini membuat hilangnya warna kulit alami yang kemudian muncul area putih seperti susu.

"Kalau vitiligo ini spesifik ke melanosit. Jadi, sel badan itu menyerang melanosit sendiri, itu vitiligo. Sehingga melanositnya mati, rusak," kata Dian dijumpai dalam diskusi seputar vitiligo bersama Klinik Spesialis Kulit dan Kelamin Pramudia.

Vitiligo

Pengobatan vitiligo

Akibat vitiligo, Amy Deanna memiliki warna kulit berbeda dari orang kebanyakan, tapi itu pulalah yang membuat ia sukses jadi seorang model. (Foto: Instagram/@amy.deanna)

Vitiligo tidak berbahaya dan tidak menular, tapi kehadiran penyakit kulit ini bisa menurunkan rasa percaya diri pasien. Untungnya, vitiligo bisa diobati meski tidak bisa sembuh. Tujuan dari pengobatan untuk merangsang sel melanosit.

"Pengobatan vitiligo tergolong pengobatan jangka panjang dan lama pengobatan tidak bisa diprediksi," kata dokter spesialis kulit dan kelamin dari Pramudia, Ronny Handoko di kesempatan yang sama.

Saksikan juga video menarik berikut

Artikel Asli