Virus Corona Mengganas, 40 Ribu Pesanan Kamar Hotel di Bali Batal

Liputan6.com Diupdate 05.07, 29/02 • Dipublikasikan 05.07, 29/02 • Tira Santia
Ilustrasi
Ilustrasi kamar hotel. (dok. pexels.com/Pixabay)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menytakan keganasan virus corona sangat berdampak terhadap industri pariwisata di Indonesia, khususnya di Bali.

Haryadi mengatakan tingkat hunian hotel di Bali menurun drastis. Hal ini tentunya sangat merugikan para pengusaha hotel.

"Bahkan kini terjadi 40 ribu pembatalan kamar hotel dengan total nilai kerugian sebesar Rp 1 triliun," kata Hariyadi seperti ditulis, Sabtu (29/2/2020).

Dia menjelaskan, di Bali, selama ini jumlah kunjungan wisatawan asal China sendiri mencapai 180 ribu dalam dua bulan terakhir dengan spending rata-rata USD 1.100 per orang.

Lalu Manado, biasanya tercatat 70 persen wisatawan yang datang dari China, tapi kini huniannya turun hingga 30-40 persen, dibandingkan sebelumnya.

Sementara itu, destinasi pariwisata yang tak terdampak banyak hanya di pulau Jawa dan Makassar. Hal ini dikarenakan masih banyaknya wisatawan domestik. "Kalau Jawa lebih stabil karena turisnya relatif pergerakan domastik lebih besar," ujarnya.

 

Minta Relaksasi OJK

Ilustrasi tempat tidur di kamar hotel. (dok. pexels.com/Pixabay)

Melihat dari kerugian yang dialami oleh sektor pariwisata khususnya hotel, ia pun dengan sigap melakukan komunikasi dengan pihak OJK untuk minta relaksasi dan restrukturisasi kredit kepada sektor pariwisata. Hal tersebut karena industri pariwisata tengah lesu sebagai akibat virus Corona.

"Secara lisan sudah ke OJK untuk minta relaksasi, sudah mulai dampaknya kerasa banyak yang terutama dampak turisnya besar, tidak hanya Tiongkok dan itu hampir semua yang terdampak seperti Batam, Bintan, Yogyakarta, bahkan puncak juga turun tamu dari Arab Saudinnya, serta Bali, Menado, Labuan Bajo juga," pungkasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Asli