Virus Corona Melayang-Layang di Ruangan Tertutup, Pastikan Ventilasi Terbuka

Bisnis.com Dipublikasikan 08.03, 10/07 • Mutiara Nabila
Ilustrasi virus corona di udara
Sejumlah pakar dan WHO (World Health Organization) membenarkan bahwa virus Corona bisa bertahan di udara dan menular melalui aerosol atau mikrodroplet. Namun, hal ini cenderung terjadi di ruangan tertutup untuk itu pastikan ventilasi udara selalu terbuka.

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah pakar dan WHO (World Health Organization) membenarkan bahwa Virus Corona (Covid-19) bisa bertahan di udara dan menular melalui aerosol atau mikrodroplet. Namun, hal ini cenderung terjadi di ruangan tertutup untuk itu pastikan ventilasi udara selalu terbuka.

Guru Besar FKH Universitas Udayana sekaligus Anggota Tim Pakar Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 I Gusti Ngurah Kade Mahardika mengatakan, virus Corona bukan flu aerosol yang terbawa bersama aliran angin.

“Jadi dia aerosol yang kuat bertahan di udara di ruangan tertutup, misalnya di bis, ruangan ber-AC, pusat perdagangan, atau restoran yang ventilasinya melalui AC. Di ruangan ini sirkulasi ruangan kurang baik dan lembab, sehingga virus bisa bertahan hidup,” jelasnya, Jumat (10/7/2020).

Salah satu upaya pencegahan yang paling mudah dan murah, menurut Mahardhika adalah dengan menyediakan ventilasi alami, membuka jendela dan pintu beberapa waktu sekali sehingga jika ada virus bisa segera terbawa udara dan mati.

“Perlu diketahui bahwa untuk sampai sakit perlu viral load, harus ada dosis tertentu. Kalau misalnya di ruangan tertutup ada virus masuk, ada orang dari luar bawa virus lagi, udara tetap di dalam ruangan, virusnya akan makin banyak. Tapi kalau ada pertukaran udara, virus ini bisa hilang,” katanya.

Kemudian, bagi institusi yang termasuk dalam 11 sektor yang diperbolehkan beroperasi oleh pemerintah, diharapkan menyediakan instalasi ultraviolet atau pembersih udara portable.

“Ini harganya tidak mahal, tidak makan tempat besar. Ini intervensi sederhana yang sangat baik dilakukan. Tapi untuk bisa semua orang melakukan perlu standarisiasi dari pemerintah atau Satgas Covid-19,” ujarnya.

Adapun, viru Corona merupaka salah satu virus ini sangat labil karena punya selubung lemak, Mahardhika menjelaskan, virus tersebut tidak suka dengan ultraviolet dan jarak sosial.

“Alat ultraviolet yang sudah ada beredar sekarang akan segera mematikan virus karena sinarnya UVC yang energinya cukup besar. Jadi misalnya ada yang tertular, risiko untuk menularkan ke orang lain bisa diminimalisir,” ungkapnya.

Artikel Asli