Virus Corona: Ilmuwan Ingatkan Lagi, Jangan Keluar Rumah Tanpa Penutup Wajah

Kompas.com Dipublikasikan 04.33, 08/07 • Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
SHUTTERSTOCK/pixfly
ilustrasi face shield (penutup wajahP untuk terhindar dari paparan virus corona penyebab Covid-19.

KOMPAS.com - Ilmuwan di Inggris kembali mengingatkan agar setiap orang yang keluar rumah, harus selalu melindungi diri dari virus corona.

Profesor Sir Venki Ramakrishnan, presiden akademi sains nasional Inggris Royal Society mengatakan ada bukti bahwa mereka yang dapat melindungi diri dengan baik saat keluar rumah dapat terhindar dari paparan Covid-19.

Seperti dikutip dari BBC, Rabu (8/7/2020), dibandingkan negara-negara lainnya, Inggris masih cukup jauh di belakang dalam penggunaan pelindung wajah.

Sebelumnya, Public Health England mengatakan penutup wajah tidak perlu digunakan di luar ruangan.

Baca juga: Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

Kendati demikian, ada perasaan campur aduk di antara para ahli pada kelompok penasihat ilmiah pemeritah, SAGE, tentang penggunaan penutup wajah.

Namun, beberapa bukti telah menunjukkan bahwa penutup wajah tampaknya tidak terlalu memperlambat penyebaran flu, ketika dipakai di negara-negara Asia.

Serta, kemungkinan adanya kekhawatiran yang hanya memberikan rasa aman palsu dengan penggunaan penutup wajah.

Baca juga: Virus Corona, Apa Dampak Covid-19 bagi Otak Manusia?

Akan tetapi, ada konsesus bahwa mereka dapat mengurangi risiko penularan dari orang yang kemungkinan terinfeksi virus ke orang lain.

Masyarakat masih skeptis

Saat Royal Society menerbitkan dua laporan tentang penutup wajah, Prof Ramakrishnan mengatakan publik tetap skeptis terhadap manfaat tersebut.

Sebab, pesannya dinilai belum cukup jelas, serta pedoman penggunaan penutup wajah masih tidak konsisten.

 

Pada akhir April, hanya sekitar 25 persen orang di Inggris yang mengenakan penutup wajah. Sedangkan di Italia, sebanyak 83,4 persen masyarakatnya telah menggunakan penutup wajah, seperti masker non-medis.

Sementara di Amerika Serikat ada 65,8 persen dan 63,8 persen di Spanyol, warga yang telah mengenakan penutup wajah untuk melindungi diri dari paparan virus corona penyebab Covid-19.

Prof Ramakrishnan mengatakan ada anggapan, tidak memakai penutup wajah dianggap sebagai anti-sosial.

Baca juga: Ilmuwan Kembangkan Terapi Antibodi Monoklonal Obati Covid-19, Apa itu?

"Tidak melakukan hal itu (maka) akan meningkatkan risiko (tertular Covid-19) bagi semua orang, dari pekerja NHS (National Health Service) sampai nenekmu," kata dia.

Sementara itu, Profesor Paul Edelstein dari University of Pennsylvania, yang menulis laporan penelitian tentang efektivitas masker mengatakan bukti bahwa mereka yang menggunakan penutup wajah, jelas melindungi orang lain sepanjang waktu.

Akan tetapi, kata dia, ada juga beberapa bukti yang menunjukkan penutup wajah maupun masker dapat melindungi pemakainya dari ancaman penularan virus corona ini.

Baca juga: Studi Pasien Covid-19 di Inggris, Virus Corona Sebabkan Komplikasi Saraf

"Ada orang yang tidak memiliki gejala (sakit), yang secara tidak sadar menghembuskan tetesan yang membawa virus," kata Prof Edelstein.

Jika orang-orang menutupi wajah mereka, maka sebagian besar tetesan (droplet) akan menjangkau masker atau penutup wajah lebih dulu, sebelum partikel itu menulari orang lain.

"Mengenakan penutup wajah dapat membantu menyelamatkan nyawa dan mencegah penyakit (dari virus corona penyebab Covid-19)," imbuh dia.

 

 

Penulis: Holy Kartika Nurwigati SumartiningtyasEditor: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Artikel Asli