Virus Corona Bikin Pengusaha Hotel Ketar-ketir

kumparan Dipublikasikan 11.23, 26/01 • Angga Sukmawijaya
Ilustrasi turis asal China Foto: Shutter Stock

Penyebaran virus corona asal China membuat sejumlah pelaku usaha di berbagai bidang ketar-ketir, termasuk perhotelan. Apalagi, wisatawan asal Negeri Tirai Bambu itu paling banyak mengunjungi Indonesia.

Ketua Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, meminta pemerintah melakukan pengawasan ketat pada masuknya wisawatan asing. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona hingga ke Indonesia.

"Pemerintah harus lebih ketat. Cukup khawatir, tapi kami yakin pemerintah bisa melakukan protokol penanggulangan penyebaran kayak gini. Harus cepat dilakukan," ujar Hariyadi kepada kumparan, Minggu (26/1).

Secara tegas, dia meminta petugas dan peralatan medis diperbanyak di tempat-tempat masuknya turis, mulai dari bandara hingga pelabuhan.

Hariyadi Sukamdani Foto: Nicha/kumparan

"Paling tidak scanner sama petugas medis siaga dengan kedatangan turis. Ini harus jalan di airport, karena di beberapa negara sudah mengantisipasi ini dengan peralatan medis yang bisa mendeteksi virus corona," jelas dia.

Hariyadi mengakui, virus corona ini akan berdampak pada penurunan keterisian atau okupansi hotel. Meskipun menurutnya jumlah itu tak akan signifikan.

"Pasti penurunan akan terjadi, karena mereka juga sudah warning, travel ban ke warganya. Tapi saya rasa enggak signifikan karena okupansi hotel masih banyak disumbang dari lokal," tambahnya.

Artikel Asli