Viral karena Terjang Banjir, Seperti Ini Kondisi Panther di Pasar Mobil Bekas

Kompas.com Dipublikasikan 06.03, 22/02 • Aprida Mega Nanda
kompas.com
Jakarta menempati peringkat kesebelas, kota paling rawan banjir di dunia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil bermesin diesel, Isuzu Panther sempat ramai diperbincangkan setelah viralnya video menerjang banjir beberapa waktu lalu. Angkutan umum itu berhasil melewati genangan air cukup tinggi, dan mendapat tepuk tangan meriah dari warga sekitar yang menyaksikan.

Terkait hal tersebut, mobil bermesin diesel ini langsung menjadi buah bibir dikalangan pecinta otomotif, tidak sedikit masyarakat yang penasaran akan kondisi mesin mobil yang dijadikan sebagai kendaraan komersial itu.

Baca juga: Siap-siap Macet, Ada Pekerjaan di Tol Layang Jakarta Cikampek

Lalu apakah ada dampak pada harga mobil tersebut setelah viral video Isuzu Panter menerjang banjir?

Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih, mengatakan, banyak masyarakat yang salah pemahaman, dipikirnya mobil Panther yang hebat.

"Selama yang digunakan untuk menerjang banjir adalah mobil diesel (merek apapun), manual, cara nyetirnya benar maka akan lebih mudah handlingnya, dan tidak akan ada masalah,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (22/02/2020)

Herjanto juga menjelaskan, dengan viralnya video tersebut tidak membuat harga mobil lawas itu menjadi naik.

“Penjualannya stabil, tidak naik. Populasi Panther sendiri juga tidak terlalu banyak, yang lama sudah ke daerah semua (luar Jabodetabek), sedangkan yang baru unitnya hanya 1 atau 2, bahkan kadang tidak ada sama sekali,” ujarnya.

Baca juga: Isuzu Panther Berhenti Diproduksi?

Mobil diesel memang dikenal lebih kuat dan bandel dibanding dengan mobil bensin. Tetapi, hal ini tidak hanya berlaku pada mobil Isuzu Panther melainkan juga mobil diesel lainnya.

“Justru mobil Kijang diesel saat ini lebih banyak dicari, walaupun secara mesin sebelas dua belas, lebih bagus mobil Panther. Tetapi karena Panther saat ini populasinya cukup langka maka untuk mobil seken unitnya sangat sedikit,” kata Herjanto.

Ia pun menjelaskan, meski populasi mobil Panther sudah cukup langka, hal ini tidak akan menyebabkan harga jual mobil tersebut menjadi lebih mahal dan dicari orang.

“Tidak akan (naik dan dicari), mobil Panther bukan seperti kolektor item yang akan diburu. Panther itu mobil MVP biasa, jadi tidak akan berpengaruh banyak,” ujarnya.

Penulis: Aprida Mega NandaEditor: Aditya Maulana

Artikel Asli