Viral dan Dikenal Publik, Kesultanan Selaco Gelar Syukuran Khusus

Kompas.com Dipublikasikan 05.59, 25/01/2020 • Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA
Kesultanan Selaco atau Selacau Tunggul Rahayu menggelar acara syukuran khusus karena telah viral dan lebih dikenal di media di Istana Kesultanan Kecamatan Parung Ponteng Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (25/1/2020).

 

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Kesultanan Selaco atau Selacau Tunggul Rahayu menggelar acara syukuran khusus dalam rangka sudah bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas seusai diberitakan viral oleh berbagai media selama ini.

Syukuran ini dilaksanakan di Istana Kesultanan Selaco dengan diikuti oleh ratusan pengikutnya dan warga Kecamatan Parung Ponteng, Kabupaten Tasikmalaya pada Kamis (23/1/2020).

"Kemarin, kita sudah menggelar acara syukuran khusus di Kesultanan Selaco. Syukuran itu dalam rangka berterimakasih kepada semua pihak media yang selama ini telah mem-viralkan Selaco di Indonesia dan dunia. Teman-teman saya di Inggris, Prancis, Penthagon dan PBB, mengatakan selamat kepada saya karena bisa mengenalkan Selaco," jelas Rohidin alias Sultan Patra Kusumah VIII lewat WhatsApp kepada Kompas.com, Sabtu (25/1/2020).

Baca juga: Sultan Selaco Mengaku Pernah Gugat MK terkait Calon Presiden

Rohidin menambahkan, terlepas pemberitaan apapun terhadap kesultanannya selama ini pihaknya mengucapkan terima kasih.

Terlebih, adanya fenomena munculnya ramai pemberitaan kerajaan-kerajaan baru sejatinya membawa berkah bagi Selaco.

Soalnya, dengan pemberitaan pro kontra, Kesultanan Selaco menjadi lebih terkenal dan dikenal publik.

Tetapi, dirinya tetap meyakinkan bahwa Kesultanan Selaco di Tasikmalaya adalah lembaga untuk melestarikan cagar budaya leluhurnya selama ini.

"Terima kasih, sudah membawa berkah bagi Selaco. Tapi, tetap saya tekankan bahwa Selaco adalah cagar budaya. NKRI tetap harga mati. Selaco bukan negara di dalam negara. Selaco adalah warisan budaya leluhur kami," tambahnya.

Rohidin pun menyebutkan dalam perayaan syukuran khusus dihadiri oleh seluruh pengurus Kesultanan Selaco.

Bahkan, warga sekitar pun turut hadir dalam acara syukuran yang diisi oleh pengajian-pengajian.

Dirinya pun meminta kepada para pihak yang memperdebatkan asal usul Selaco untuk tak terlalu mempermasalahkannya terus menerus.

Lebih baik, dirinya meminta kepada semua pihak untuk terus peduli dalam melestarikan budaya leluhurnya masing-masing sebagai bagian dari cinta NKRI.

"Adapun yang memperdebatkan asal usul Selaco saya tak terlalu memikirkan. Saya adalah turunan Raja Surawisa Kerajaan Padjadjaran kesembilan. Mau percaya atau tidak, saya tidak masalah," ungkapnya.

Baca juga: Sekda Tasikmalaya: Selama Belasan Tahun Kesultanan Selaco Tak Pernah Meresahkan…

Diberitakan sebelumnya, berbeda dengan fenomena Keraton Agung Segajat di Purworejo dan Sunda Empire di Bandung, keberadaan Kesultanan Selaco alias Selacau Tunggul Rahayu di Kecamatan Parung Ponteng, Kabupaten Tasikmalaya selama ini bisa berdampingan dengan pemerintah daerah sejak tahun 2004. 

Kesultanan ini didirikan oleh Rohidin (40), warga asal Parung Ponteng Kabupaten Tasikmalaya yang mengaku sebagai keturunan ke-9 dari Raja Padjadjaran Surawisesa, dengan gelar Sultan Patra Kusumah VIII.

Selama ini, keberadaan kesultanan itu telah diketahui sejak lama oleh masyarakat sekitar dan memiliki lokasi pusat Kesultanan semacam Istana yang berdiri megah sampai saat ini.

Bahkan, Kesultanan Selaco mengklaim telah mendapatkan legalitas fakta sejarah yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 2018 sebagai putusan warisan kultur budaya peninggalan sejarah Kerajaan Padjadjaran di masa kepemimpinan Raja Surawisesa.

Penulis: Kontributor Tasikmalaya, Irwan NugrahaEditor: Khairina

Artikel Asli