Viral Wanita Alami Tulang Ekor Retak Karena Candaan Tarik Kursi, Impian Jadi Pendaki Gunung Pupus

Tribunnews.com Dipublikasikan 04.03, 13/12/2019
Viral Wanita Alami Tulang Ekor Retak Karena Candaan Tarik Kursi, Impian Jadi Pendaki Gunung Pupus    Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Viral Wanita Alami Tulang Ekor Retak Karena Candaan Tarik Kursi, Impian Jadi Pendaki Gunung Pupus, https://jakarta.tribunnews.com/2019/12/12/viral-wanita-alami-tulang-ekor-retak-karena-candaan-tarik-kursi-impian-jadi-pendaki-gunung-pupus. Penulis: Siti Nawiroh Editor: Rr Dewi Kartika H
Viral Wanita Alami Tulang Ekor Retak Karena Candaan Tarik Kursi, Impian Jadi Pendaki Gunung Pupus

Diceritakan Sinta, sakitnya berawal dari candaan seorang temannya saat ia masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ia menarik bangku yang akan diduduki Sinta hingga dirinya terjatuh.

Namun efek dari kejadian tersebut tak langsung dirasakan Sinta.

Sinta yang saat itu masih duduk di bangku kelas 7 SMP kemudian merasakan efek dari candaan tersebut saat kelas 10 SMA.

Berdasarkan pantauan TribunJakarta.com, kisah masa lalu yang diceritakan Sinta telah diretweet dan disukai lebih dari 20 ribu orang.

"Jadi keinget masa-masa putus asa, stres krn lumpuh, kumat terus-terusan, sering bgt minum obat penenang, masa paling terberat.

tau apa penyebabnya?

temenku bercanda pas aku mau duduk trs ditarik bangkunya. alhasil tulang ekorku retak, tulang belakangku patah & berakhir lumpuh.." cerita awal Sinta seperti yang dikutip TribunJakarta.com, Kamis (12/12/2019).

jadi keinget masa-masa putus asa, stres krn lumpuh, kumat terus-terusan, sering bgt minum obat penenang, masa paling terberat.
tau apa penyebabnya?
temenku bercanda pas aku mau duduk trs ditarik bangkunya. alhasil tulang ekorku retak, tulang belakangku patah & berakhir lumpuh.. pic.twitter.com/ldbioJhLJm

— aku (@jelebgt) December 11, 2019

"cuma krn bercanda aku lumpuh kurleb 3bulan, dan itu sakitnya ga langsung. aku dibercandain sampe jatuh gitu kelas 7smp, dan mulai sakit trs gabisa jalan kelas 10 sma.

utk kalian yg masih sekolah, ku mohoon bgt kalo bercanda yg wajar ya jgn sampe berdampak buruk bagi org lain :(,"

Diceritakan Sinta, ada satu hal yang membuatnya sempat putus asa dan tak masuk sekolah selama 2 minggu.

Ia tak sengaja mendengar omongan sang guru soal dampak kerusakan tulang ekor.

"Sebenernya gue stres bukan karna jatuhnya. dulu gue stres krn ga sengaja denger guru gue ngomong ke temen gue gini "kalo tulang ekor bermasalah pasti susah punya anak"

Setelah mendengar hal tersebut, Sinta langsung stres dan tak masuk sekolah selama 2 minggu.

Selama Sinta merasakan sakit, ia sampai tak bisa berjalan dan hanya berbaring di kasur.

Saat itu ia sempat merasa menyerah dengan kehidupannya.

"Buat yg nanya, aku lumpuh cuma lumpuh sementara alhamdulillah.. dlm artian aku ga bisa kemana-mana berdiri/jalan, jd aku ngesot kalo mau ketoilet. selama sakit aku cm tiduran aja dikasur dan aku ngerasa ga berguna & hampir nyerah waktu itu,"

Sebelum berobat ke rumah sakit dan dioperasi, Sinta melakukan pengobatan alternatif.

Namun saat itu keadaan tulang Sinta malah makin parah.

"Sebelum aku mulai berobat dirumah sakit, aku sempet berobat di alternatif semacem urut gitu tp malah makin memperparah keadaan tulangku,"

"Akhirnya orgtuaku buat mutusin buat berobat diRS, & itu butuh proses panjang bgt dg sgala cara biar aku ga dioperasi, aku minta therapy ringan aja akhirnya disuruh fisiotherapy yg isinya orang2 lansia semua & makin down aja aku ngerasa masih kecil tp punya penyakit kaya lansia,"

Karena keadaan tulang Sinta yang tak juga membaik, ia disarankan dokter untuk melakukan operasi.

Namun karena merasa takut, Sinta mengaku sampai tak datang ke rumah sakit selama sebulan.

"Aku sempet ga ke RS 1 bulan krn aku takut, itu bukan operasi biasa. tulang ekor itu katanya bahaya bgt makanya aku takut disitu dan makin depresi,"

"Nah disini aku makin parah, aku gabisa jalan, ga bisa duduk. dan akhirnya aku nyerah & terpaksa operasi tulang ekor & pembenaran tulang belakang aku. diumur 14th itu aku gabs ngerasain masa2 suka sama kakel yg ganteng, krn aku lg berjuang buat bs sembuh,"

Akhirnya Sinta menjalani operasi selama 5 jam di RS. Pelni Jakarta Barat Desember 2016.

Walaupun tak sembuh total dan bisa kambuh sesekali, Sinta bersyukur karena sudah bisa kembali berjalan.

Sinta ingin dengan membagikan pengalamannya akan lebih banyak orang yang berhati-hati ketika sedang bercanda.

"Aku cuma pengen kalian lebih hati-hati bercandanya, ya mungkin niat kamu bukan mau melukai temen kamu, tapi siapa yang tau takdir?"

"Buat adik-adikkuuu yg masih sekolah, pasti lg asik yaa bercanda sm temen-temen. bercanda yg wajar ok? semangat kalian belajarnyaa

ohiya, tolong, tolong banget. kalo kamu pernah jatuh entah jatuh duduk atau jatuh yg bikin tulang km sakit. cpt2 bilang ke org tua sebelum terlambat,"

Kini kondisi Sinta sudah jauh lebih baik, namun Sinta merasa sedih karena tak bisa mewujudkan cita-citanya.

"Buat kalian yg nanya gmn aku sekarang, alhamdulillah aku baik.

cuma aku sedih, aku ga bisa mewujudkan cita-citaku yg pengeeen bgt jd pendaki gunung,"

Sinta juga menjelaskan sosok pelaku yang menarik bangkunya dulu.

Ia mengaku tak mengetahui kabarnya hingga kini dan berharap kabarnya selalu baik.

"Aku gatau gimana kabar dia sekarang, semoga bahagia. btw sipelaku ini cowok ya..,"

Artikel Asli