Viral Video Aksi Pelajar Lempar Kursi dan Meja dalam Kelas hingga Hancur, Pihak Sekolah Buka Suara

hai-online.com Dipublikasikan 03.35, 26/01 • Bayu Galih Permana
Siswa SMK 2 Sigli mengamuk, menghancurkan kursi dan meja belajar dalam kelas. (Facebook via Serambi News)

HAI-Online.com -Baru-baru ini, pengguna media sosial tengah ramai membicarakan video aksi siswa SMK 2 Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh yang tengah merusak sejumlah fasilitas belajar sekolah.

Dalam video berdurasi 30 detik tersebut, terlihat lima orang siswa yang masih memakai seragam mengamuk, merusak kursi dan meja dalam kelas dengan cara melemparkannya hingga hancur.

Siswa SMK 2 Sigli mengamuk, menghancurkan kursi dan meja belajar dalam kelas. (Facebook via Serambi News)

Menanggapi video yang tengah ramai menjadi perbincangan di media sosial, Kepala SMK 2 Sigli, Iskandar akhirnya angkat bicara terkait aksi perusakan yang dilakukan oleh anak didiknya.

Iskandar menceritakan, kejadian tersebut bermula ketika salah seorang guru meminta para siswa masuk ke dalam bengkel untuk kegiatan praktik dan meminta anak didiknya mencari kayu dengan ukuran pendek.

Terlambat masuk sehingga nggak mendengar instruksi dari sang guru, kelima siswa dalam video lalu masuk ke ruang kosongyang di dalamnya berisi meja dan kursi tak terpakai.

Tanpa pikir panjang, kelima siswa tersebut mulai menghancurkan kursi dan meja dalam ruangan tersebut guna mencari potongan kayu pendek seperti permintaan guru mereka.

"Saat siswa mematahkan mobiler (kursi dan meja), satu orang merekamnya untung iseng-iseng," jelas Iskandar, seperti dikutip HAI dari Serambi News.

Lebih lanjut, Iskandar mengaku telah memanggil siswa beserta wali muridnya untuk bertemu dan menandatangani surat perjanjian supaya nggak kembali melakukan hal serupa ke depannya.

Selain itu, kelima siswa yang bersangkutan juga diketahui telah membuat video berisi permintaan maaf kepada guru dan masyarakat karena dianggap telah menganggu kenyamanan publik.

"Video kedua yang siswa buat berisi minta maaf berdasarkan keinginan siswa sendiri," tutup Iskandar.

Wah, ternyata ada misinformasi nih antara guru dan siswanya. Dari sini kita bisa belajar untuk lebih memperhatikan lagi apa yang disampaikan oleh guru ketika berada di kelas ya sob. (*)

Artikel Asli