Viral Tukang Tambal Ban Cantik di Garut, Ini Kisahnya!

Keepo.me Dipublikasikan 08.27, 20/11/2019 • Mabruri Pudyas Salim

Selama menjalani masa studi, Irma sempat tidak bisa pulang selama 6 bulan.

Masih ingat dengan Irma Tri Resmawati? Dia adalah gadis asal Kabupaten Garut yang sempat viral beberapa saat yang lalu karena profesinya. Bagaimana tidak, sebagai gadis yang berparas cantik dia tidak segan untuk menekuni profesi sebagai tukang tambal ban.

Sudah cukup lama kabarnya tak terdengar lagi, sekarang Irma kembali muncul di permukaan. Baru-baru ini dia dikabarkan telah lulus dari kuliahnya. Apalagi dia lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang nyaris sempurna.

akcdn.detik.net.id
akcdn.detik.net.id

Dilansir dari Detik.com (18/11/2019), gadis yang masih berusia 24 tahun itu berhasil menyelesaikan kuliahnya di Akademi Pariwisata Nasional Indonesia (Akaprindo) Bandung. Meski hanya menempuh 1 tahun masa studi, Irma mengaku bahwa proses belajarnya cukup berkesan.

"Alhamdulillah, kuliah lancar. Saya ambil D1 (Diploma 1) jurusan Perhotelan jadi hanya satu tahun. Tapi cukup berkesan," ujar Irma.

Selain itu, Irma ternyata juga menerima beasiswa untuk berkuliah di Akaprindo. Ditambah lagi, dia bisa menyelesaikan program Diploma 1 tepat waktu, yakni satu tahun. Dalam dua semester tersebut, Irma juga berhasil mendapatkan nilai rata-rata tertinggi dari 15 mata kuliah yang dia ambil.

"Alhamdulillah dari 15 mata kuliah saya dapat 13 nilai A dan 2 nilai B," katanya.

news.detik.com
news.detik.com

Meski dia hanya menempuh kuliah selama dua semester saja, Irma mengaku telah mendapatkan banyak pengalaman yang berkesan. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat Irma menjalani masa praktik kerja lapangan di salah satu hotel bintang 5 di Bali. Selama menjalani praktik kerja lapangan, Irma hanya bisa pulang ke rumah setiap 6 bulan sekali karena ongkos yang mahal.

"Di sana sangat seru, saya dapat banyak pengalaman. Tapi homesick juga karena selama 6 bulan enggak pulang," ucap Irma.

Sekarang, Irma sudah menyelesaikan tugas akhirnya dan telah melewati proses sidang di kampusnya. Bahkan, gadis cantik itu berhasil mendapatkan IPK 3,81.

"Iya IPK-nya 3.81," tutur Irma.

Siapa yang menyangka, jika perjuangan keras yang Irma mulai dengan bekerja sebagai tukang tambal ban, kini berbuah manis. Sekarang Irma telah menyelesaikan Program Dimploma 1 di Akaprindo dengan predikatcumlaude.

Semoga kisah tentang Irma, seorang tukang tambal ban cantik yang berhasil menyelesaikan kuliahnya dengan predikatcumlaude ini, bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda. Sehingga cerita ini bisa mendorong generasi muda untuk terus semangat belajar dan bekerja keras dalam meraih apa yang telah dicita-citakan.

Artikel Asli