Viral Tim Awkarin Minta Barter dengan Exposure, Seberapa Kuat Pengaruh Exposure dari Influencer?

LINE TODAY Dipublikasikan 14.00, 15/08/2019

Beberapa waktu belakangan, viral A Team, tim manajemen milik selebgram Awkarin, meminta barter produk atau jasa dengan balasan berupa exposure. Hal ini bermula ketika A Team ingin mengajak kerjasama dengan EO untuk membuat event dan dibayar dengan exposure dari Awkarin dan talent di A Team. Sebenarnya seperti apa pengaruh exposure dari seorang influencer?

A Team Milik Awkarin Meminta Barter dengan Bayaran Berupa Exposure

Nyari EO untuk Bikin Event Pakai Exposure, Awkarin Jadi Bulan-bulanan

Twit Awkarin yang memuat status dirinya mencari EO untuk mempersiapkan acara A Team dan dibayar dengan cara exposure menjadi sorotan. Sontak twit tersebut membuat Awkarin menjadi bulan-bulanan di media sosial. Kisah selengkapnya bisa dibaca di sini.

Curhat MUA yang Dibayar dengan Exposure, Tuding Tidak Profesional

Lewat akun Twitter @musimceri, MUA ini menceritakan pengalaman kurang mengenakkan ketika diminta menjadi makeup artist dari salah satu talent di A Team dan sebagai balasannya akan dibalas dengan exposure. Perubahan yang mendadak dan talent yang telat hingga akhirnya batal dianggap tidak profesional dan merugina MUA ini. Baca cerita selengkapnya di sini.

Pemilik Resto Ungkap A Team Awkarin Minta Gratisan dan Tawarkan Exposure

Instagram/ajung.scamy
Instagram/ajung.scamy

Cerita lainnya datang dari seorang pemilik resto yang mengunggah percakapan antara dirinya dengan A Team. Di postingan itu, Dharma membagikan permintaan A Team yang hendak meminjam resto bernama Hatchi untuk promosi lagu baru kedua talent mereka, Gangga Kusuma dan Daniella Kharisma. Sebagai imbalan, A Team akan memberikan exposure berupa mempromosikan Hatchi di Instagram Stories yang hadir, termasuk Awkarin. Baca cerita selengkapnya di sini.

Influencer Lain Juga Tawarkan Exposure

Viral Influencer Pesan 500 Risoles Dibarter Exposure

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Sebelumnya juga sempat viral curhatan dari pedagang risoles yang dihubungi oleh seorang influencer. Influencer itu memesan 500 risoles dan sebagai balasannya akan dibayar cuma-cuma dengan 3 postingan feed Instagram dan 3 instastory. Permintaan ini ditolak karena si penjual merasa rugi. Baca kisah selengkapnya di sini.

Influencer Minta Disponsori Pernikahannya

Ilustrasi (Foto: shutterstock)
Ilustrasi (Foto: shutterstock)

Di luar negeri pun sama. Seperti cerita Laura Dunning, pemilik perusahaan pernikahan yang menerima email dari seorang influencer dan menawarkan kerjasama mensponsori pernikahannya dan dibayar lewat postingan Facebook dan Instagram. Kisah lengkapnya bisa diikuti di sini.

Marak Influencer Bayar Pakai Exposure hingga Muncul #InfluencerAreGross

Ilustrasi Vloger. FOTO/iStockphoto
Ilustrasi Vloger. FOTO/iStockphoto

Istilah ini muncul ketika seorang pemilik toko es krim merasa terganggu dengan ulah influencer yang meminta es krim gratis dan dibayar dengan exposure, sehingga akhirnya dia malah menjual es krim dengan harga lebih mahal. Influencer sendiri saat ini menjadi salah satu strategi marketing. Semakin banyak followers, maka harga yang ditawarkan menjadi lebih tinggi. Namun, penyewa jasa juga harus memperhitungkan return of investment saat menyewa jasa influencer ini agar bisnis tidak merugi. Penjelasan lengkapnya bisa dibaca di sini.

Apa Influencer Hanya Bermodal Exposure Saja?

com-Menjadi buzzer dan Influencer. Foto: Shutterstock
com-Menjadi buzzer dan Influencer. Foto: Shutterstock

Influencer memanfaatkan sorotan yang didapatnya untuk ‘menjual’ produk atau jasa. Namun, tidak selamanya cara ini memberikan keuntungan bagi pemilik usaha, karena kadang modal yang dikeluarkan tidak sesuai dengan exposure yang diberikan. Menurut influencer sekaligus entrepreneur, Maulaa, HR, dirinya tidak setuju jika influencer meminta kepada pemilik brand yang masih kecil. Sementara itu, Ekonom INDEF, Bhima Yudistira menilai risiko kerjasama exposure ini relatif besar, karena bisnis di media sosial bersifat jangka pendek. Baca penjelasan lengkapnya di sini.

Pertanyaannya, apakah exposure itu memberikan pengaruh yang signifikan bagi pemilik usaha? Simak penjelasannya di bawah ini.

Mengapa Influencer Digilai oleh Para Pengiklan?

Influencer dinilai mempunyai pengaruh kuat terhadap followers atau subscribers mereka. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh pemilik usaha untuk meningkatkan brand image dan promosi produk mereka. Tidak mengherankan jika influencer menjadi strategi marketing yang diminati saat ini. Simak alasan selengkapnya di sini.

Menyewa jasa influencer pada dasarnya sama dengan memakai jasa artis ternama untuk iklan. Adanya data tentang jumlah likes/dislikes, komentar, dan direct message membuat konsumen lebih engage dengan influencer tersebut. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh korporasi untuk memasarkan produk mereka. Baca fakta selengkapnya di artikel ini. 

Salah satu laporan yang dilansir dari Asia One berjudul Beyond Skin Deep: Understanding the Shopping Journey of the Southeast Asian Beauty Buyer yang meneliti responden dari Singapura, Malaysia, Filipina dan Indonesia, ditemukan bahwa influencer kecantikan lebih disukai untuk diajak berkolaborasi ketimbang selebriti, sebab pembeli cenderung mengikuti apa kata influencer ini untuk inspirasi dan tren kecantikan. Selengkapnya, baca hasil penelitian tersebut di sini. 

Mengapa Sulit Menolak Pengaruh Influencer? Ini Kata Psikolog

Ilustrasi orang bahagia. Sumber foto: unsplash.com/Tyler Nix.
Ilustrasi orang bahagia. Sumber foto: unsplash.com/Tyler Nix.

Exposure yang diberikan oleh influencer bisa sukses dalam beberapa kasus. Sebab, secara psikologis bisa dijelaskan mengapa sulit menolak pengaruh influencer ini. Salah satunya, influencer terbiasa mempromosikan kehidupan yang sukses, sehingga orang yang melihatnya merasa perlu ada upaya untuk membuat diri jadi lebih baik, dan salah satu caranya adalah memakai atau membeli produk yang digunakan oleh influencer tersebut. Baca penjelasan selengkapnya dari sisi psikologis di artikel ini.