Viral Tagar #MendikbudDicariMahasiswa Mahasiswa Demo Menteri Nadiem di Medsos

Trending Now! Dipublikasikan 08.18, 02/06
Photo by Unsplash/iamfelicia
Photo by Unsplash/iamfelicia

Media sosial tengah hangat membahas tagar #MendikbudDicariMahasiswa. Tagar itu diramaikan oleh sejumlah mahasiswa serta mendapatkan berbagai tanggapan dari warganet.

Tagar #MendibudDicariMahasiswa sempat masuk dalam trending Indonesia dengan 2.989 tweets satu jam terakhir.

Sebenarnya apa yang terjadi hingga tagar tersebut trending?

Pemicunya ialah mahasiswa mengaku kecewa dengan sikap Kemendikbud yang dianggap tidak merespon itikad baik dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEMSI). Dalam tuntutannya mahasiswa tersebut merilis sebuah surat terbuka tentangan audiensi kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

Adapun tuntutan yang tertuang dalam surat tersebut di antaranya ialah, protes mahasiswa yang menuntut adanya keringanan uang kuliah tunggal (UKT) selama pandemi virus korona yang mewajibkan seluruh mahasiswa belajar daring dari rumah. Sebab, pandemi ini membuat kegiatan pembelajaran dilakukan online dan tidak adanya kelas tatap muka. Pandemi mempengaruhi kegiatan organisasi dan penelitian mahasiswa.

Mereka juga meminta adanya bantuan kuota internet, logistik, serta kesehatan bagi mahasiswa yang terdampak pandemi virus korona.

Keluhan ini dipicu bahwa bantuan kuliah daring belum maksimal diberikan kepada mahasiswa. Padahal di situasi saat ini banyak mahasiswa kesulitan memenuhi kebutuhan kuota untuk perkuliahan online dan bertahan hidup di tengah pandemi ini.

Dalam surat yang beredar tersebut, mahasiswa juga menganggap pembelajaran jarak jauh atau metode daring ini memang belum siap diterapkan di Indonesia. 

Menurut mereka seharusnya para guru diberikan pelatihan pengajaran daring agar tidak hanya memberikan tugas-tugas kepada peserta didiknya. Kurikulum pendidikan sepatutnya menyesuaikan, pada situasi darurat saat ini perlu dirancang kurikulum khusus.

Dalam surat tersebut nampak adanya tanda tangan dari perwakilan BEM Universitas Negeri Jakarta, Universitas Jenderal Soedirman, dan Universitas Sebelas Maret.

Seruan aksi media ini dicuitkan oleh @aliansibem_si, dan memperoleh 171 retweets serta 151 likes.

Selain menyuarakan protesnya, mereka juga menyiapkan sebuah template gambar berisikan kritik terhadap Kemendikbud yang bisa digunakan warganet.

Aksi ini berlangsung pukul 12.00 – 15.00 WIB (2/6). 

[ SERUAN AKSI MEDIA ]⁣

Kepada Yth,⁣
Seluruh rekan mahasiswa, media kampus BEM SELURUH INDONESIA dan Seluruh Elemen Masyarakat Indonesia.⁣

— Aliansi BEM Seluruh Indonesia (@aliansibem_si) June 2, 2020

 Warganet pun ramai menanggapi seruan aksi media tersebut, mereka banyak menyampaikan protes dengan menggunakan template gambar yang disediakan.

Bisa dikata merdeka kok gak terbuka? Kini pembelajaran menjadi minimalis, apa UKT gak bisa ikut minimalis? #MendikbudDicariMahasiswa pic.twitter.com/9CK4EsYe69

— Agil (@aevanffff) June 2, 2020

Mereka mengungkapkan protesnya terhadap UKT yang tidak turun di tengah pandemi virus korona, mahasiswa mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan belajar daring.

Punten nih pak, kita udah ga pake fasilitas kampus selama hampir satu semester masa bayarannya tetep sama?🙂
Subsidi kuota pun blm ada kejelasannya sampe skrg.
Gimana nih pak kebijakannya?#MendikbudDicariMahasiswa pic.twitter.com/hOggNdWOna

— 🌻A D I N ⁷🌻 (@aandadini) June 2, 2020

Protes terhadap lembaga pendidikan ini tidak terjadi sekali, melainkan beberapa waktu lalu berbagai tagar protes mahasiswa kerap merajai trending topics Indonesia. 

Tagar-tagar tersebut bermunculan di tengah pandemi virus korona. Sejak wabah COVID-19 di Indonesia semakin serius, kampus mulai memberhentikan kelas tatap muka dan mengubahnya menjadi kuliah online.

Akan tetapi, kuliah online sendiri membutuhkan penyesuaian diri yang tidak mudah untuk dosen serta mahasiswa. Protes mahasiswa ini didasari pemahaman mereka bahwa biaya operasional kampus seperti listrik seharusnya berkurang karena kuliah online. 

Mahasiswa tidak hanya mengutarakan protesnya di media sosial, bahkan mereka juga membuat berbagai petisi untuk menyuarakan aspirasinya. Informasi selengkapnya mengenai gelombang protes terhadap UKT dan kuliah online dapat dibaca DI SINI