Viral! Sudah Tawar Sadis, Pelanggan Ini Malah Maki Penjual “Ngapain Ngurusin Packaging Nanti Jadi Sampah”

Trending Now! Dipublikasikan 07.00, 13/08
Photo by Unsplash/priscilladupreez
Photo by Unsplash/priscilladupreez

Menjadi pelaku usaha memang tidaklah mudah. Di samping ketatnya persaingan bisnis, menentukan target pasar, hingga menghemat ongkos produksi. Masih ada saja segelintir orang di luar yang meremehkan pekerjaan ini. 

Tidak sedikit masyarakat menilai desain menjadi sesuatu hal yang mudah serta cepat untuk dikerjakan. Maka tidak heran bila segilintir orang-orang tega memberikan tawaran dengan harga sadis. 

Seperti yang baru-baru ini viral di media sosial, seorang warganet @taliamargareth yang berprofesi sebagai penjual tas online membagikan kisahnya ketika berurusan dengan pelanggan yang menyebalkan.

Ia kesal lantaran pelanggan itu tanpa basa-basi langsung meminta paksa potongan harga yang begitu besar.

 “Kak totebagenya turunin lah, Rp 50.000 aja ya. Kemahalan kali kalo Rp 130.000 mah,” ujar pelanggan mengawali percakapan.

Menanggapi permintaan tersebut, @taliamargareth mengatakan telah menurunkan harga produknya menjadi Rp 97.500, ia meminta pelanggan itu untuk mengecek katalog dari bisnisnya tersebut.

Melihat harga yang diturunkan tidak begitu jauh, pelanggan itu malah membandingkan produk @taliamargareth dengan produk dari toko lain.

 “Hailah, itu mah masih mahal kali. Toko sebelah ada yang jual Rp 25.000 bagus kok. Toko ini kan belum ada nama,” kata pelanggan.

@taliamargareth pun menjelaskan rincian harga tersebut mahal karena adanya ongkos produksi, serta dalam bisnisnya perempuan itu menggunakan packaging yang berkualitas tidak seperti toko lain.

“Aku gak bisa turunin lagi kak, soalnya udah mepet sama ongkos produksi dan packaging yang aku pakai bukan yang abal-abal,” jawab @taliamargareth.

Penjelasan dari @taliamargareth itu kemudian ditanggapi sadis oleh pelanggan yang menyebut tidak penting packaging bagus, karena hanya akan menjadi sampah. Pelanggan itu tetap memaksa meminta harga yang lebih murah.

 “Aku pernah beli yang harganya Rp 30.000 masih awet tuh sampe sekarang,” kata pelanggan itu.

@taliamargareth kemudian menjelaskan bahwa tidak semua orang bisa menjadi target pasar untuk bisnisnya ini, ia pun memaklumi pelanggan tersebut. Namun pelanggan itu justru kembali memaki @taliamargareth.

 “Gak usah belaga nyari market tinggi-tinggi! Udah tau lagi pandemi gini, siapa yang mau beli totebag mahal gitu?!,” kata pelanggan

 “Nyari keuntungan gak usah banyak-banyaklah, gak pahala dasar cina!,” tambah pelanggan itu mengakhiri percakapan mereka.

@taliamargareth kaget usai pelanggan tersebut memakinya dengan membawa ras. Dalam akhir videonya perempuan itu pun meminta untuk semua orang khususnya calon pembeli agar dapat menghargai satu sama lain.

“Kita selaku pemilik bisnis juga sadar dan paham gak semua orang bisa jadi target market kita. Dan emang gak bisa ya kalo kita saling menghargai aja? Dan terutama jangan rasis,” ucapnya.

Kisah ini diunggah @taliamargareth di Tik Tok dan telah diputar sebanyak satu juta kali serta memperoleh 132.600 likes.

@taliamargareth

Ayo belajar saling menghargai, guys #fyp #foryoupage #smallbusines #nodrama

♬ original sound - Talia Margareth - Talia Margareth

Melihat cuitan itu warganet ramai mencibir tingkah dari pelanggan yang bertindak seenaknya dan tidak menghargai kerja keras serta usaha orang lain.

Warganet memberikan kritik pedas kepada pelanggan yang memberi makian kepada penjual dan meremehkan produknya.

Kalo gak cocok di harga atau design yaudah lah gak perlu ngotot nawar apalagi sampe begitu. Toko lain masih banyak. Toh ownernya sendiri juga bilang kalo gak semua orang jadi target pasarnya dia. Emang pembeli doang yang bisa milih. Pedagang juga bisa

— Lucifer morning star (@lucifer7_) August 2, 2020

Apakah kalian pernah bertemu calon pembeli serupa seperti cerita di atas? Share di kolom komentar.