Viral, Suami Punya Cara Kocak untuk Tes Gejala Kehilangan Indra Penciuman Akibat COVID-19

Trending Now! Dipublikasikan 06.00, 04/04
Source: flickr
Source: flickr

Penelitian ilmuwan di Inggris yang dipublikasikan pada 25 Maret lalu menemukan bahwa kehilangan indera penciuman merupakan salah satu gejala seseorang telah terinfeksi virus korona baru COVID-19. Penemuan itu menambah pengetahuan mengenai gejala COVID-19 yang telah diketahui sebelumnya, seperti demam tinggi, batuk kering, serta sesak napas. 

Semangat seorang wanita dengan nama akun @ShawnaGofABPoli memberitahu sang suami akan informasi tersebut berubah jadi penderitaan. Respons sang suami yang tidak terduga, diceritakan melalui sebuah tweet yang kini telah disukai ratusan ribu orang. 

Suaminya kini secara berkala membuang gas alias kentut di rumah. Ketika Shawna mencium bau tidak sedap itu dan protes, begini kata sang suami, tes kesehatan apakah kamu positif korona atau tidak. 

I made the mistake of telling my husband an early symptom of COVID is loss of smell.
He’s taken to passing gas in my vicinity & then when I react, informing me he is helpfully “performing a health check”.
He taught the children the technique.
I may divorce him.

— Shawna Gawreluck (@ShawnaGofABPoli) March 29, 2020

Tambah parah, suaminya juga telah mengajarkan trik "tes kesehatan" tersebut kepada anak-anaknya. Merasa terganggu, Shawna dengan nada bercanda mengatakan bahwa dirinya mungkin akan menceraikan sang suami akibat hal ini. Ia pun menyesali telah memberi tahu informasi gejala baru COVID-19 itu kepada suaminya.

Mengenai gejala baru COVID-19 yaitu kehilangan indera penciuman secara total, penemuan tersebut diketahui setelah penelitian menunjukkan bahwa 59% orang yang positif terinfeksi COVID-19 telah mengalami kehilangan indera penciuman yang dikenal sebagai anosmia.

Selain tidak bisa mencium bau, penelitian tersebut juga menemukan bahwa pasien COVID-19 juga kehilangan indera pengecapan. Sejumlah pasien melaporkan bahwa lidah mereka tidak dapat mengecap rasa.

Para pasien yang mengalami kehilangan indera penciuman dan pengecapan, sebelumnya tidak merasakan demam, batuk, maupun pilek. Sehingga, para dokter mengatakan jika seseorang tiba-tiba mengalami kehilangan indera penciuman dan pengecapan tetapi tidak sedang demam atau gejala COVID-19 lainnya, maka dianjurkan untuk mengisolasi diri selama 7 hari. 

Gejala ini tidak hanya terjadi pada pasien di Inggris, tetapi juga dilaporkan dari Iran, Perancis, Italia, dan AS. Para pasien mengeluhkan mereka tidak dapat mencium tiba-tiba tidak dapat mencium bau sampo dan makanan terasa hambar. Berita selengkapnya klik di sini.