Viral, Sekolah Ditutup, Guru Rela Datang ke Rumah Muridnya untuk Mengajarkan Matematika

Trending Now! Dipublikasikan 02.00, 05/04
Source: flickr
Source: pxhere

Pandemi virus korona baru COVID-19 telah berdampak pada segala efek kehidupan. Untuk mencegah penyebaran virus, sekolah-sekolah di seluruh dunia telah ditutup dan melaksanakan sistem belajar dari rumah alias kelas online. Penerapan metode belajar itu bukan tanpa kendala yang menghambat pemahaman siswa, walhasil para guru pun harus berkreasi.

Ketika sang putri yang berada di jenjang kelas 6 SD mengalami kesulitan memahami matematika, siswi tersebut mengirimkan e-mail kepada sang guru memohon untuk menjelaskan kepadanya. Respon selanjutnya dari sang guru tidak terduga, seperti yang diceritakan oleh sang ayah @DakSt8Football melalui sebuah tweet yang kini telah disukai ribuan orang.

My 6th grader emailed her math teacher for some help, so he came over & worked through the problem with her on our front porch. @Chriswaba9 , our neighbor, MMS teacher & MHS Wrestling Coach. #KidsFirst @MadisonMSNews @MarkOsports @dakotasportsnow @dakotanews_now @stwalter20 pic.twitter.com/aniqt2goPB

— Josh Anderson (@DakSt8Football) March 27, 2020

Siswi tersebut adalah Rylee Anderson yang berusia 12 tahun. Ia mengalami kesulitan untuk memahami aljabra. Ia berharap dengan mengirim e-mail kepada sang guru, ia akan dijelaskan melalui telepon atau balasan email. Tetapi, ternyata sang guru rela datang ke rumah Rylee untuk menjelaskan konsep grafik fungsi aljabra yang tidak dimengertinya. 

Sang guru, bernama Chris Waba yang mengajar di Madison Middle School, South Dakota, layak mendapatkan penghargaan guru terbaik dari sekolahnya. 

Khawatir tidak dapat menjelaskan Rylee mengenai aljabra dengan baik melalui e-mail, ia justru menghampiri rumah siswinya. Rylee pun kaget ketika mendengar bel pintu dan mengetahui bahwa guru matematikanya telah berada di depan rumahnya membawa papan tulis putih ukuran kecil.

Sambil tetap menjaga anjuran physical distancing, Chris mengajarkan aljabar dari depan rumah dan Rylee berada di balik pintu berusaha memahami penjelasan yang digambarkan gurunya di papan tulis.

Selama 10 menit, Chris menjelaskan dan menjawab 3 pertanyaan lainnya yang telah membingungkan Rylee. Sang ayah sangat mengapresiasi upaya Chris yang telah datang dan membuat anaknya memahami pelajaran dengan lebih mudah. 

Chris mengatakan bahwa ia juga kesulitan untuk menjelaskan via video call, terlebih melalui e-mail. Ia belum terbiasa dengan sistem mengajar online dan lebih nyaman untuk mengajar secara tatap muka.

Chris pun senang telah membuat Rylee memahami apa yang diajarkannya. "Itulah yang dicari para guru, senyum para murid," ujarnya senang melihat muridnya gembira.