Viral Ratusan Pendaki Pesta Dugem di Gunung Rinjani, Ini Videonya Tuai Kecaman

Merdeka.com Dipublikasikan 02.51, 05/08

                Viral Pendaki Gunung. Instagram/@insidelotim ©2020 Merdeka.com
Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sejumlah muda-mudi pendaki gunung di Lombok, Nusa Tengara Barat menggelar 'pesta dugem' di atas ketinggian.

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sejumlah muda-mudi pendaki gunung di Lombok, Nusa Tengara Barat menggelar 'pesta dugem' di atas ketinggian. Aksi tersebut lantas mendapat kecaman dari banyak pihak.

Peristiwa ini diketahui terjadi pada Sabtu malam atau sehari setelah perayaan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah. Banyak pihak menyayangkan perilaku wisatawan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku. Berikut ulasannya:

Ramai-Ramai Menyalakan Senter

Instagram/@insidelotim ©2020 Merdeka.com

Dalam video tersebut terlihat awalnya ratusan pendaki yang berada di tenda masing-masing secara serentak menyalakan lampu senter mengarah ke atas dengan diiringi musik. Terdengar pula teriakan dan sorak sorai pada pendaki.

Berjoget Bersama

Instagram/@insidelotim ©2020 Merdeka.com

Di dalam video tersebut juga terlihat sekumpulan pendaki lalu berkumpul bersama dan berjoget layaknya sedang berada di sebuah club malam. Terdengar pula alunan musik keras. Mereka terlihat berjoget bersama-sama sambil bersorak-sorak.

Dapat Kecaman

Instagram/@insidelotim ©2020 Merdeka.com

Aksi tidak pantas tersebut pun mendapat kecaman dari banyak pihak. Video tersebut dikatakan harus menjadi peringatan bagi banyak pihak untuk menjaga sikap dan perilaku saat berkunjung ke suatu tempat wisata.

"Siapapun pelakunya berapapun jumlahnya, tindakan seperti ini sangat tidak terpuji. Alam harusnya dijaga, keindahannya dipelihara, tidak dengan tindakan yang tidak-tidak. Para pelaku harus diberi peringatan dan edukasi dengan cara-cara yg persuasif, tegas. Karena pelakunya tidak hanya satu, butuh upaya extra dari semua pihak," berdasarkan keterangan yang tertulis pada akun @insidelotim.

Pihak Dinas Pariwisata Angkat Bicara

Dilansir dari lamaninsidelombok, pihak Dinas Pariwisata Lotim mengatakan sangat menyayangkan kejadian tersebut. Namun, pihak Dispar mengaku tidak bisa berbuat apa-apa terkait hal tersebut dikarenakan Savana Propok tempat peristiwa itu terjadi dikendalikan oleh Balai Taman Nasiona Gunung Rinjani (BTNGR).

Meski begitu, pihak Dispar mengatakan akan melakukan koordinasi dengan pihak BTNGR terkait kejadian tersebut. Kepala Dinas Pariwisata Lotim, H Mugni, berharap kedepannya para wisatawan yang mendaki tidak akan mengulangi hal serupa, serta lebih memperhatikan norma dan aturan yang berlaku di tempat wisata.

"Kita kan masuk wisata halal terbaik dunia, jadi kita harus mengikuti norma yang sudah berlaku di NTB selaku pemegang predikat tersebut," kata H.Mugni dikutip dari laman insidelombok.

Video

Berikut videonya:

      Lihat postingan ini di Instagram

BEREDAR video di beberapa platform sosmed, sejumlah muda-mudi oknum pendaki melakukan 'dugem massal' di salah satu Bukit yang dijadikan lokasi camping, diduga di wilayah Lombok Timur. Belum diketahui kejadian tepat dan kapan, namun pantauan di akun @savana_propok_lombok bahwa para pengelola bukit geram dengan aksi-aksi seperti ini. Mereka sudah memberi peringatan, pengelola pun sudah mewanti-wanti aturan2 yg harus dipatuhi sebelum mereka muncak. Namun apa hendak dikata, euforia tak bisa dihindari. Update terakhir (3 Agustus 20) info salah satu pengunjung melalui DM, kejadian tgl 1 Agustus malam. Kebetulan ada pengunjung yg juga memvideokan dari jauh. Kesaksian pengunjung, Kejadian di area Bukit Savana Propok, Lombok Timur, tepatnya di area Savana 2. Siapapun pelakunya berapapun jumlahnya, tindakan seperti ini sangat tidak terpuji. Alam harusnya dijaga, keindahannya dipelihara, tidak dengan tindakan yang tidak-tidak. Video ini sbg peringatan untuk kita semua agar lebih menjaga sikap ketika berwisata. Namun, tidak serta merta juga kita mengedepankan bully. Sumpah serapah tentu bukan solusi. Menyerbu pelaku dengan kata-kata kotor justru memperkeruh suasana. Ambil hikmahnya, jadikan pelajaran. Para pelaku harus diberi peringatan dan edukasi dengan cara-cara yg persuasif, tegas. Karena pelakunya tidak hanya satu, butuh upaya extra dari semua pihak, termasuk side pade yang membaca postingan ini. Jaga alam, jaga kemanusiaan. Damai Lombok Timurku ❤️ Video kiriman DM #insidelotim

Sebuah kiriman dibagikan oleh Inside Lombok Timur (@insidelotim) pada2 Agu 2020 jam 10:24 PDT

Artikel Asli