Viral Plang "Keluarga Ini Nekat Mudik ke Zona Merah"

Keepo.me Diupdate 11.04, 03/06 • Dipublikasikan 08.36, 03/06 • Mabruri Pudyas Salim

Gara-gara mudik keluarga ini dapat sanksi sosial.

Di masa pandemi seperti saat ini, sangat penting bagi kita semua untuk tetap berada di rumah dan menjaga jarak untuk mencegah penyebaran virus Corona lebih meluas lagi. Bahkan pemerintah juga telah mengimbau masyarakat untuk tidak pulang kampung pada saat Lebaran lalu. Sayangnya tidak setiap orang bisa mematuhi imbauan tersebut.

Bahkan ada di antaranya yang nekat mudik ke wilayah yang berstatus zona merah. Itu jelas sangat berisiko membuat penyebaran virus lebih meluas lagi ke daerah asal pemudik, jika nanti mereka pulang.

Dilansir dari Suara.com (30/05/2020), baru-baru ini media sosial Twitter dihebohkan dengan foto yang menampakkan sebuah plang yang dipasang di sebuah rumah. Plang itu berisi peringatan terhadap warga, bahwa keluarga penghuni rumah tersebut telah nekat mudik ke wilayah yang berstatus zona merah.

twitter.com
twitter.com

Foto plang tersebut diunggah oleh pengguna akun Twitter @dewisutrisno_ pada Jumat 29 Mei 2020. Dia mengaku foto tersebut berasal dari fitur Instastory yang diunggah salah satu temannya.

Lebih lanjut, pengguna akun @dewisutrisno_ juga mengklaim bahwa foto plang tersebut dipasang oleh pengurus salah satu rukun tetangga di Kabupaten Soreang, Bandung, Jawa Barat.

"Galak banget ini pengurus RT 03/15 di Soreang, Bandung. Balik-balik bakalan gimana ya ekspresi yang punya rumah. Ini dari instastory temen aku," cuit akun @dewisutrisno_.

Pada foto yang viral itu dapat dilihat sebuah plang di depan beberapa rumah warga yang nekat mudik. Plang tersebut berisi peringatan terhadap warga lain yang masih tinggal.

twitter.com
twitter.com

Peringatan tersebut mengimbau agar warga yang masih tinggal untuk menghindari kontak langsung, menjaga jarak, dan menggunakan masker. Di bagian akhir dari peringatan tersebut juga tertera tulisan bahwa peringatan itu dibuat oleh pengurus RT setempat.

"Mohon maaf keluarga ini telah nekat bepergian ke luar kota (mudik) ke daerah zona merah. Untuk sementara, hindari kontak langsung, jaga jarak, dan selalu gunakan masker. Terima kasih," demikian tertulis di plang pengumuman itu.

Unggahan tersebut mencuri perhatian dari para warga Twitter. Banyak komentar berdatangan untuk memberikan dukungan terhadap keputusan yang diambil oleh pengurus RT untuk memasang papan pengumuman di depan rumah orang yang nekat mudik ke zona merah sebagai sanksi sosial.

Menurut sejumlah netizen, langkah ini bisa menjadi langkah efektif, karena tanpa adanya sanksi sosial, banyak orang sulit untuk disadarkan tentang bahayanya virus Corona.

Galak banget ini pengurus RT 03/15 di Soreang Bandung 👍👍👍
Balik-balik bakalan gimana ya ekspresi yang punya rumah…
Ini dari instastory temen aku. pic.twitter.com/Zpl9h8Mu3i

— Dewi N. Sutrisno (@dewisutrisno_) May 29, 2020

"Orang Indonesia kalo nggak di-shaming nggak berubah," tulis akun @indodeshi.

"Kita emang nggak boleh mengucilkan pasien atau ODP PDP, tapi orang-orang yang udah ngerisikoin orang lain di komunitas kayak gini, udah bukan soal pengucilan lagi, tapi emang harus ada sanksi sosial," tulis akun @bg_yadhi.

"Ini tegas sih. Biar yang lain mengantisipasi ga kontak langsung sama mereka yang mudik. Good job pak rete," cuit akun @theqotaq.

"Komplek Bukit Bunga bukan? Kalau iya itu komplek gw, dan bapa gw rw nya," cuit akun @AndeazFaiz.

Artikel Asli