Viral Pidato Soeharto di 1995 yang Gambarkan Kekhawatirannya pada Indonesia Tahun 2020

Boombastis.com Dipublikasikan 18.00, 04/06 • Dany

Ada yang menarik dari pidato Presiden RI ke-2 Soeharto yang berlangsung di Surabaya pada 23 November 1995. Acara yang bertajuk “Temu Wicara Presiden Soeharto saat Pencanangan Gerakan Nasional Pelestarian Pengamalan Nilai Kepahlawanan” itu, menyiratkan soal kekhawatiran sang Smiling General akan Indonesia di masa depan.

Tayangan yang diunggah di YouTube oleh akun HM Soeharto tersebut, menekankan betapa pentingnya peran remaja dan pemuda bagi masa depan Indonesia. Terutama untuk menyambut era globalisasi yang terjadi pada tahun 2020 mendatang. Dalam video itu pula, Soeharto bahkan menunjukkan kekhawatirannya dalam menghadapi era perdagangan bebas. Selengkapnya? Simak ulasan Boombastis berikut ini.

Pentingnya peran pemuda bagi perkembangan bangsa Indonesia di masa depan

Masa depan Indonesia dibangun oleh para pemuda yang kelak akan menjadi generasi penerus bangsa. Hal inilah yang dibicarakan oleh Soeharto dalam sebuah acara bertajuk “Temu Wicara Presiden Soeharto saat Pencanangan Gerakan Nasional Pelestarian Pengamalan Nilai Kepahlawanan” di Surabaya pada 23 November 1995 lalu.

Dalam pidatonya, Soeharto ingin agar program Kirab Remaja yang diadakan pada saat itu bisa menggembleng para pemuda di Indonesia menjadi kader-kader bangsa. Mereka yang terpilih, diharapkan bisa mengetahui keadaan di tiap-tiap provinsi dengan berbagi pengalamannya lewat diskusi dan saling berkomunikasi.

Kekhawatiran Soeharto pada Indonesia yang akan memasuki era globalisasi

Tak hanya menyinggung soal pentingnya peran pemuda di era pembangunan, Soeharto juga memberikan pandangannya pada era globalisasi yang akan dihadapi Indonesia di masa depan. Visinya jauh memandang hingga ke tahun 2020. Soeharto khawatir soal perdagangan bebas yang bakal diikuti dengan banjirnya produk-produk asing di dalam negeri.

Swasembada beras di era Presiden Soeharto [sumber gambar]

“Kalau para pemuda kesengsem dengan produk yang murah dan baik, tapi hasil dari luar negeri. Hancur daripada bangsanya, kenapa? Karena produknya (dalam negeri) tidak ada yang membeli. Pabriknya tutup, lantas tidak bisa bekerja, tidak bisa makan. Inilah yang harusnya kita persiapkan.” ucap Soeharto dalam pidato tersebut.

Nasihat dan strategi Soeharto untuk menghadapi era perdagangan bebas

Begitu pentingnya peran remaja bagi kelangsungan bangsa dan negara di masa depan, Soeharto berkali-kali menegaskan bahwa Indonesia harus mempersiapkan diri. Terutama para pemuda yang akan hidup di tahun 2020 lewat pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Soeharto optimis Indonesia bisa mengikuti globalisasi dengan meningkatkan daya saing.

Soeharto juga mengatakan bahwa sikap nasionalisme dan mencintai produk dalam negeri, bisa menjadi senjata lainnya untuk menguatkan pondasi bangsa di era globalisasi. Presiden RI ke-2 itu juga mengingatkan betapa pentingnya rasa cinta tanah air agar tidak mudah tergantung dengan barang impor.

Pandangan Soeharto di tahun 1995 yang kini terjadi di tahun 2020

Apa yang diucapkan Soeharto pada 1995 silam, kini sedikit banyak telah terjadi pada Indonesia di tahun 2020. Salah satunya soal bonus demografi pemuda yang berarti masuk sebagai angkatan kerja dan usia produktif. Menurut beberapa penelitian, hal ini diprediksi akan semakin bertambah di tahun 2030 hingga 2040.

Antrian para pencari kerja yang didominasi usia muda [sumber gambar]

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Senin (6/5/2019), angkatan kerja pada Februari 2019 sebanyak 136,18 juta orang, naik 2,24 juta orang dibandingkan Februari 2018. Sementara di pada Februari 2020 menjadi 137,91 juta orang. Angka itu naik 1,73 juta orang dibanding Februari 2019. Tak salah bila Soeharto menaruh perhatian khusus pada para pemuda.

Kondisi Indonesia di tahun-tahun pasca bergulirnya reformasi memang penuh dengan beragam tantangan yang luar biasa. Mulai dari soal perekonomian, politik, hingga sosial kemasyarakatan. Semuanya memiliki dinamika masing-masing dan telah jauh-jauh hari diperingatkan Soeharto pada tahun 1995 silam. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?

Artikel Asli