Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Viral, Myanmar Sukses Jaga Jarak di Pasar Saat Wabah COVID-19, Indonesia?

Trending Now! Dipublikasikan 23.00, 22/04/2020

Pasar jadi salah satu tempat yang tetap buka di tengah pandemi virus korona baru COVID-19. Masyarakat tetap harus membeli kebutuhan pokok dan bahan makanan. Upaya physical distancing atau menjaga jarak di pasar jadi penting buat mencegah penularan virus korona.

Sebuah pasar tradisional di Myanmar tengah viral di media sosial karena berhasil menerapkan jaga jarak tersebut.

Vegetable markets of Myanmar are strictly following the Social Distancing rule. It's essential to follow this system in Assam as well as the entire India. pic.twitter.com/SpOvDOctDl

— VSK ASSAM (@VSKASSAM) April 20, 2020

Foto-foto tersebut menunjukkan sebuah pasar di kota Kalaw, Myanmar. Otoritas setempat telah menemukan langkah mudah namun efektif untuk mencegah Covid-19, dengan membuat kotak-kotak yang telah ditentukan untuk masing-masing penjual. Dengan begitu, para penjual dan pembeli dapat bertransaksi, namun tetap mentaati peraturan physical distancing seperti yang disarankan oleh pemerintah dan WHO.

Dapat terlihat pula dalam foto-foto di atas, bahwa tidak ada kehadiran aparat kepolisian yang memantau dan menjaga situasi di pasar. Hal itu menunjukkan bahwa jika inovasi seperti pasar tersebut, juga harus diikuti dengan kedisiplinan dari para penjual dan masyarakat. Mereka sendiri harus dapat tertib dan memahami pentingnya melaksanakan physical distancing.

LOOK: Vendors and buyers practice physical distancing in a public market in Myanmar.
As of April 20, 2020, Myanmar has 111 confirmed cases of #COVID19, with 7 recoveries and 5 deaths.
📷Jain Weraphong | via @goldiesaurin pic.twitter.com/HVVC5PKvHM

— ABS-CBN News (@ABSCBNNews) April 20, 2020

Hingga hari ini, Myanmar telah melaporkan sebanyak 120 kasus positif Covid-19, yang sedikitnya telah menyebabkan 5 kematian. 

Bagaimana dengan di Indonesia?

Pasar tumpah ikan hias muncul di Jatinegara, Jakarta Timur, pada Minggu (19/4). Pembeli dan pelanggan yang datang tak mengindahkan aturan jaga jarak.

Padahal, Jakarta tengah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan penjualan ikan hias tidak termasuk boleh buka karena tidak menjual kebutuhan pokok. Pasar itu akhirnya dibubarkan oleh Satpol PP Pemprov DKI. Berita selengkapnya cek DI SINI

Kejadian serupa juga terjadi pasar khusus tekstil, Pasar Cipulir, Jakarta Selatan. Pasar itu sudah ditutup sejak tanggap darurat COVID-19 namun sejumlah pedagang membandel dan menggelar lapak di luar pagar.  "Kita tertibkan, mereka datang lagi. Sampai kucing-kuncingan. Ya sudah, pagi tadi saya arahkan bangun posko saja dan sekarang sudah tidak ada," kata Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Mataliti pada Minggu (19/4). (Cek informasi selengkapnya DI SINI)