Viral Momen Soeharto Berbicara Menggunakan Bahasa Inggris dengan Presiden Reagan

kumparan Dipublikasikan 13.37, 03/08/2020 • kumparanNEWS
Soeharto. Foto: Reuters.

Potongan video yang memperlihatkan Presiden Soeharto berbicara menggunakan bahasa Inggris dengan Presiden Amerika Serikat ke-40 Ronald Reagan viral di media sosial. Unggahan itu diposting oleh akun Instagram @jejaksoeharto pada Minggu (2/8).

Dalam klip video itu terlihat Suharto dan Reagan membicarakan musim di Indonesia. Meski begitu, tak begitu terdengar secara jelas topik pembicaran keduanya.

"Oh is the … it is big season in Indonesia, bad…season in the rain… season, six months," ucap Suharto.

Potongan video itu berasal dari dokumentasi kedatangan Soeharto ke Amerika Serikat pada 12 Oktober 1982. Video itu merupakan arsip resmi Reagen Library.

Dalam kunjungan itu, Soeharto dan rombongan disambut di Gedung Oval, Gedung Putih, Washington DC. Dalam pidatonya, Soeharto menyampaikan maksud kunjungannya, salah satunya untuk untuk tukar pikiran soal ekonomi. Pidato tersebut disampaikan dalam bahasa Indonesia.

Soeharto memang biasa berpidato dengan menggunakan bahasa Indonesia di forum internasional, alasannya sederhana karena ingin membudayakan bahasa Indonesia.

Sehingga saat Soeharto berbicara bahasa Inggris di pertemuan internasional dan terekam dalam sebuah video, maka hal itu menjadi momen langka, seperti halnya video perbincangannya dengan Reagan ini.

Seperti dikutip dari Historia, Letkol Soeyono, ajudan Presiden Soeharto, dalam biografinya, Bukan Puntung Rokok, menceritakan pada November 1985, Soeharto pernah bertemu dengan Perdana Menteri India, Rajiv Gandhi.

Dalam perjalanan menuju India juru bahasa yang biasa mendampingi Presiden Soeharto dalam pembicaraan empat mata terjebak kemacetan dan akhirnya tidak bisa ikut bersama rombongan.

Soeharto kemudian menunjuk salah seorang pejabat Departemen Luar Negeri sebagai juru bahasa sementara.

Namun saat pertemuan empat mata, Soeharto maupun Rajiv Gandhi, tidak didampingi oleh penterjemah. Semua pejabat dari kedua belah pihak diminta berada di luar ruangan.

Dalam pengamatan Soeyono, Soeharto dan Ibu Tien fasih berbahasa Inggris, baik dalam percakapan resmi maupun pergaulan.

“Namun, dalam kesempatan berbicara diplomatik, Soeharto selalu tetap menggunakan bahasa Indonesia dan menggunakan juru bahasa,” kata Soeyono yang pensiun dengan pangkat terakhir letnan jenderal ini.

Artikel Asli