Kisah Horor Jalur Alas Baluran

Trending Now! Dipublikasikan 13.00, 30/03
Photo by Unsplash/heytowner
Photo by Unsplash/heytowner

Belakangan media sosial diramaikan oleh sepenggal kisah mengenai sebuah jalur yang terletak di wilayah kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Jalur itu dikenal dengan sebutan alas baluran yang terkenal angker. Tak butuh waktu lama kata kunci mengenai alas baluran tembus hingga 9,464 tweets di hari Minggu (29/3). 

Kisah ini masuk dalam jajaran trending topic terhangat versi Twitter Indonesia dengan perolehan 27.900 retweets serta 86.800 likes.

Cerita ini diunggah oleh @farisandani, ia mengaku kisah tersebut merupakan pengalaman mistis yang dialami oleh orang tuanya selama menyusuri alas baluran. Alas memiliki makna yang berarti hutan.

@farisandani menuturkan adanya dua versi cerita horror perjalanan mudik yang dialami oleh orang tuanya. Ia mengatakan keluarganya kerap kali melewati jalur itu pada tengah malam agar bisa segera tiba di Banyuwangi pada pagi hari.

Versi cerita pertama terjadi pada tahun 1988/1989, ketika itu orang tuanya pergi mudik dengan menggunakan bus menuju Banyuwangi dari Pasuruan. Perjalanan itu menempuh kurang lebih lima hingga enam jam. 

Sekitar pukul 11 malam, walaupun ramai oleh penumpang masih terdapat beberapa bangku kosong di dalam bus itu. Setelah tiga jam perjalanan dan waktu menunjukkan pukul 02.00 pagi semua penumpang tertidur. 

@farisandani mengatakan sayup sayup ibunya mendengar suara kenek yang sedang mengobrol dengan supir bus, mereka terdengar saling mengingatkan satu sama lain bahwa sebentar lagi akan melewati jalur alas baluran.

Bus itu akhirnya memasuki jalur yang minim penerangan, sepanjang jalan hanya bisa terlihat hutan gelap. Berdasarkan penuturan akun tersebut, setelah 30 menit bus itu menyusuri jalan di tengah hutan, tiba-tiba terdengar sura lirih dari dalam bus. Suara tersebut berasal dari baris ketiga paling depan, terdengar seperti suara anak kecil yang berulang. Suara pelan itu membuat seisi penumpang bus terjaga dari tidurnya, supir dan seluruh penumpang bingung sebab anak tersebut minta diturunkan di tengah hutan. 

Tak sedikit penumpang yang kemudian beristighfar ketika anak tersebut mengatakan rumahnya berada di hutan ini. Akhirnya bus itu berhenti di pinggir jalan, sekelilingnya nampak pohon menjulang tinggi, para penumpang pun dibuat penasaran, mereka sontak berdiri untuk melihat sosok anak kecil itu. 

Kenek bus mengizinkan anak kecil tersebut untuk turun dari bus, dan segera menutup pintu. Salah seorang penumpang meminta sang supir untuk berhenti sejenak karena ia masih penasaran dengan sosok anak kecil itu, tak butuh waktu lama penumpang dibuat kaget sebab anak tersebut tiba-tiba menghilang. 

@farisandani bercerita bahwa ibunya mengatakan anak itu hanya berjalan biasa, yang membuatnya heran kala itu pukul 04.00 pagi mengapa ada seorang anak sendirian meminta untuk turun di tengah hutan.

Dalam cerita kedua @farisandani menuturkan bahwa saat perjalanan orang tuanya menuju Banyuwangi terdapat sejumlah hal mistis yang terjadi. Ketika bus tiba di pintu masuk alas baluran, mereka ditemani oleh gelapnya hutan serta dinginnya malam. @farisandani mengatakan saat perjalanan di alas baluran ibunya sempat merasa bingung sebab bus tiba-tiba melaju sangat pelan padahal kondisi jalan kala itu sepi, para penumpang pun dibuat penasaran. 

Akhirnya mereka menghampiri supir bus dan bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi, supir bus mengaku tidak berani mendahului kendaraaan di depannya sebab menurut sang supir terdapat seeorang yang mengemudikan sepedah onthel, dan ia tak sendirian. Berdasarkan penuturan supir bus, orang di sepedah onthel itu sedang membawa “memedi” atau sesuatu yang menyeramkan. 

@farisandani mengatakan bahwa ibunya melihat sesosok makhluk halus sedang dibonceng oleh sepedah onthel itu. Hal tersebut membuat seluruh penumpang langsung memanjatkan doa. Setelah kurang lebih dua jam perjalanan yang begitu pelan, akhirnya bus tersebut dapat keluar dari jalur alas baluran.

Pengalaman horror Ibu, Ayah, dan saudara Ibu tentang Alas Baluran. Ibuku orang asli Blambangan, kakak adik beliau juga ada di Banyuwangi. Jadi setiap mudik pasti ke sana dan lewat alas ini. Beliau selalu cerita tentang seramnya alas Baluran.
Coba aku ceritakan, ya.
A thread. pic.twitter.com/dnHltqsq02

— Faris (@farisandani) March 28, 2020

Cuitan itu pun ramai dikomentari warganet, twit tersebut mendapatkan 3.100 tanggapan. Warganet mengaku pernah melalui jalur alas baluran ini ketika hendak menuju Bali melewati Ketapang. Tak sedikit dari mereka mengaku merasakan ngeri yang sama ketika melewati alus baluran ini.

Salah seorang warganet membagikan kisah serupa ketika melewati alas baluran

Ngeri alas e iki, aku taun 2013 pas motoran jogja-mbali lewat kono jam siji utowo jam 2 bengi ben tekan ketapang isuk subuh. ndelok cah cilik sekitar cah 6 ngguyu peplayon dianyara wit witan ngetutke motor rombongan ro dada dada. Mosok cah cilik iso mlayu ngetutne motor.

— Pidutski (@Pidutski1) March 28, 2020

Adapula warganet yang membagikan sepenggal video ketika melewati alas baluran di siang hari, nampak kiri kanan jalan itu merupakan hutan dengan beberapa pohon tinggi

Ini bkn si om jalur nya? 1 thn lalu ke bali lewat jalur darat. Banyuwangi memang gokil pic.twitter.com/2um3UJwp37

— DimazSyam (@DimazSyam) March 28, 2020

Apakah kalian juga memiliki pengalaman melewati jalur alas baluran? share di kolom komentar