Viral Jenazah Suspek COVID-19 Dibawa Kabur Keponakan

kumparan Dipublikasikan 09.03, 10/08 • Viral
Dok. Twitter @LaniEleonora

Peristiwa jenazah terkait kasus COVID-19 dibawa kabur kembali terjadi. Sebagaimana diungkapkan akun Twitter @LaniEleonora pada Minggu (9/8), jenazah ayah tirinya dibawa kabur kerabat dekat.

Dalam serangkaian utas, ia menceritakan jenazah sang ayah harus dimakamkan dengan protokol COVID-19 karena dikategorikan sebagai suspek. Mendiang sempat mengalami gula darah tinggi karena penyakit diabetes yang diidapnya.

Tak berapa lama, ia mengeluh sesak napas dan dilarikan ke rumah sakit pada Senin (3/8). Dokter memutuskan untuk merawatnya di ruang isolasi. Mendiang wafat pada hari keenam perawatan karena henti jantung. Pada saat itu, hasil swab test belum keluar.

“Gue langsung telpon keponakan Ayah yang baru aja mampir ke rumah buat pinjam mobil untuk segera ke sini. Sebut saja UC, istrinya IT, dan adik UC, HMD. Mereka bertiga ini nanti yang jadi biang masalah,” tulisnya dalam cuitan.

“Tiba-tiba si UC telepon. Mereka lagi di jalan, bilang "lan, kalo harus ikutin protokol gak usah mau dulu lah ya". Gua ngegas lah, "saya gak mau ada ribut-ribut ya. Ikutin aja protokolnya. Mama juga udah setuju. Paham?"”

Ilustrasi mobil jenazah. Foto: Shutterstock

Padahal, jenazah mendiang sedianya akan dimakamkan sesuai protokol COVID-19 di TPU Pondok Rangon. Namun tanpa sepengetahuan keluarga inti, sepupu tiri Lani yakni UC serta istri dan adiknya telah lebih dulu menjemput jenazah.

Penjemputan itu pun di bawah paksaan dan ancaman. Untuk memuluskan rencana mereka, keponakan mendiang mengajak seorang wartawan gadungan. Berbekal kartu pers abal-abal, ia mengancam akan memberitakan pihak RS jika jenazah tidak boleh dijemput.

Jenazah pun berhasil dibawa dari RS dan sesuai rencana ketiga pelaku, mendiang akan dibawa ke Sumatera. Namun dengan segala upaya yang dikerahkan Lani dan keluarga, jenazah dapat kembali ke pihak keluarga inti. Sebelumnya, mobil ambulans telah membawa jenazah sampai ke kawasan Merak.

Lani menyebut jenazah ayahnya telah dimakamkan pada 14.00 WIB, Minggu (9/8). Namun hingga kini, motif tindakan dari keponakan ayahnya masih belum terungkap jelas. Ia dan keluarga memutuskan tidak memperpanjang masalah ke jalur hukum.

Artikel Asli