Viral Foto Ruang Doa 2 Agama Berbeda Saling Bersebelahan, Ini Cerita Menyentuh Sang Fotografer

Tribun Style Dipublikasikan 10.45, 25/04/2019 • galuh palupi
Foto viral dua ruang ibadah bersebelahan

TRIBUNSTYLE.COM - Kamis (25/4/2019), sebuah foto yang menunjukkan toleransi beragama di Indonesia viral di media sosial.

Foto tersebut menyebar di media sosial, diunggah oleh berbagai akun Instagram.

Dalam foto itu, tampak ruang doa dari dua agama yang berbeda saling bersebelahan.

Satu ruangan disediakan untuk umat Katolik.

Terdapat patung Bunda Maria dan salib Yesus dalam ruangan itu.

Seorang pria yang memakai kaos dan celana panjang terlihat sedang duduk bersimpuh.

Ia sepertinya khusyuk berdoa sesuai keyakinannya.

Sementara ruangan sebelahnya merupakan ruang ibadah untuk umat Islam.

Kaligrafi Arab bertuliskan 'Allah dan 'Muhammad' tergantung di dinding ruangan.

Sajadah berwarna biru tergelar di lantai, menjadi tempat bersujud bagi seorang pria yang juga sedang khusyuk beribadah.

Pria itu tengah menjalankan ibadah salat.

Foto yang sederhana, tapi begitu menarik perhatian publik.

Banyak netizen menyebut foto itu menjadi contoh keberagaman yang patut ditiru.

"adeeem liatnya," tulis akun @alfonwikardo berkomentar.

"Wah sungguh luar biasa," akun @teduh___ ikut menanggapi.

Tanggapan-tanggapan serupa dituliskan oleh netizen yang lain.

Ditelusuri TribunStyle.com, foto yang viral itu ternyata hasil jepretan seorang fotografer asal Purwokerto bernama Mohammad Reza Gemi Omandi.

Ia memiliki akun Instagram bernama @mohrezago.

Pantauan TribunStyle.com, Reza mengunggah cerita di balik foto viral itu melalui postingannya pada 5 April 2019 lalu.

Foto tersebut diambil Reza ketika dirinya sedang berada di Rumah Sakit Elisabeth Purwokerto.

Kedua ruangan itu adalah ruangan yang disediakan pihak rumah sakit untuk beribadah pengunjungnya.

Berikut cerita lengkap Reza yang ia tulis memakai Bahasa Inggris:

"Indonesia seharusnya… #Repost from @htrgnc with @regram.app …

“This photograph was taken in Elisabeth Hospital in Purwokerto, it was praying rooms for catholics and muslims located next to each others.

It is quite rare to find something like this.

When I first went there, it was during praying time, unfortunately I did not bring camera.

The next time I went there, I was lucky: both rooms were being used.”
.
*“I applaud the hospital for providing these rooms for praying, for not neglecting the needs of the people in the hospital to communicate spiritually with God. *

And the placing of these rooms shows the beauty of living in harmony and peace.”
.
“I was born and raised in Purwokerto, active on several photography community in Purwokerto and Salatiga.

I enjoy doing documentary and street photography.

Currently I am a freelance photographer.” @mohrezago."

(Foto ini diambil di Rumah Sakit Elisabeth di Purwokerto, ruang ibadah untuk umat Katolik dan Muslim yang bersebelahan.

Sangat jarang menemukan sesuatu yang seperti ini.

Saat saya pertama kali pergi ke sana, tepat di waktu ibadah, sayang saya tidak membawa kamera.

Lain waktu saya pergi ke sana, saya beruntung, kedua kamar sedang digunakan.

Saya memuji rumah sakit karena menyediakan kamar-kamar ini, mereka tidak mengabaikan kebutuhan orang-orang di rumah sakit untuk berkomunikasi dengan Tuhan.

Dan penempatan kamar-kamar ini menunjukkan keindahan hidup dalam harmoni dan kedamaian.

Saya lahir dan besar di Purwokerto, aktif di beberapa komunitas fotografi di Purwokerto dan Salatiga.

Saya menikmati melakukan fotografi dokumenter dan jalanan.

Saat ini saya adalah seorang fotografer lepas)

*View this post on Instagram

Indonesia seharusnya… #Repost from @htrgnc with @regram.app … “This photograph was taken in Elisabeth Hospital in Purwokerto, it was praying rooms for catholics and muslims located next to each others. It is quite rare to find something like this. When I first went there, it was during praying time, unfortunately I did not bring camera. The next time I went there, I was lucky: both rooms were being used.” . “I applaud the hospital for providing these rooms for praying, for not neglecting the needs of the people in the hospital to communicate spiritually with God. And the placing of these rooms shows the beauty of living in harmony and peace.” . “I was born and raised in Purwokerto, active on several photography community in Purwokerto and Salatiga. I enjoy doing documentary and street photography. Currently I am a freelance photographer.” @mohrezago

A post shared by Mohammad Reza Gemi Omandi (@mohrezago) on Apr 5, 2019 at 1:37am PDT

*

Ketika dihubungi TribunStyle.com via WhatsApp, Reza menyebut foot itu ia ambil pada 7 Oktober 2015 lampau.

Reza berharap jepretannya itu bisa bermanfaat dan menginspirasi banyak orang.

(TribunStyle.com/Galuh Palupi)

Artikel Asli