Viral, Eksperimen Tunjukkan Penyebaran Virus di Kantor

Trending Now! Dipublikasikan 13.00, 13/07
Source: commons.wikimedia.org
Source: commons.wikimedia.org

Belakangan ini sejumlah negara mulai melonggarkan restriksi lockdown dan mengizinkan perkantoran untuk beroperasi dengan jumlah yang terbatas. Sebagian pekerja Indonesia pun telah kembali ke meja kerjanya masing-masing, tentunya dengan menerapkan prosedur kesehatan.

Meski telah dilakukan berbagai upaya tersebut, tak dapat dipungkiri kantor merupakan tempat yang rawan penyebaran virus korona. Selain ruangannya tertutup dan jarak antar meja berdekatan, kantor pada dasarnya adalah ruangan komunal dengan arti dipakai banyak orang.

Sebuah video yang disebar @revolutia menunjukkan bagaimana virus dapat menyebar di kantor kini viral, hingga disukai ribuan orang di Twitter.

Video dari NHK Jepang ini menjelaskan bagaimana virus corona bisa menyebar dalam setting kantor.
pic.twitter.com/6nic7SSVVs

— Om Jed Revolutia (@revolutia) July 11, 2020

Eksperimen itu dilakukan oleh saluran TV NHK asal Jepang, dengan menyemprotkan cairan neon bening di permukaan meja seorang pekerja yang bertindak sebagai orang tanpa gejala (OTG). Kemudian ia diminta untuk bergerak seperti halnya sedang bekerja di kantornya.

Pria itu menerima panggilan telepon, berkomunikasi dengan pekerja lainnya, berpartisipasi dalam rapat, dan pekerjaan rutin lainnya. Tes itu hanya dilangsungkan dalam kurun waktu satu jam, namun hasilnya cukup mengejutkan.

Para peneliti mematikan lampu terlebih dahulu dan memancarkan cahaya ultraviolet alias blacklight, untuk melihat bagaimana virus telah menyebar. Hasilnya, cairan neon bening itu hinggap dan menyala pada banyak orang yang artinya virus tersebut telah menyebar dengan sangat cepat hanya dalam waktu 60 menit berada di ruang kerja.

Bahkan seorang rekan kerja yang tak berkomunikasi atau kontak langsung dengan pria itu turut terpapar virus tersebut. Virus itu menyebar ketika orang yang terinfeksi menyentuh suatu benda yang kemudian digunakan juga oleh orang lainnya. 

Pic by Damir Kopezhanov on Unsplash
Pic by Damir Kopezhanov on Unsplash

Eksperimen ini dilakukan untuk menunjukkan bagaimana virus Covid-19 menyebar di ruang kantor melalui kontak langsung dan kontaminasi permukaan. Tes itu kini telah membuka perspektif banyak warganet hingga mengerti betapa cepatnya virus bisa menyebar. 

Hanya saja, tes tersebut tak menggambarkan bagaimana virus Covid-19 menyebar melalui udara. Seperti diketahui, virus Covid-19 menyebar melalui droplets ketika orang batuk atau bersin yang berjarak dua meter. Namun pekan lalu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut virus korona juga dapat ditransmisikan melalui udara dari aerosol yang dihasilkan manusia ketika bersin atau batuk.

WHO awalnya meragukan bentuk penularan ini. Tetapi, semakin banyak bukti menguatkan dugaan itu ditambah dengan surat terbuka dari setidaknya 239 ilmuwan telah mendesak WHO agar meninjau kembali penelitian dan merevisi rekomendasinya.

"Kami mengakui ada bukti baru dalam hal ini. Seperti hal lain terkait pandemi dan virus, kami percaya harus bersikap terbuka pada bukti ini. Kami harus mengerti dampaknya terkait penyebaran virus dan tindakan pencegahan yang harus dilakukan," kata Pemimpin Teknis WHO untuk Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Dr Benedetta Alleganz.

Sebelumnya, WHO pernah memberikan himbauan pada tenaga kesehatan agar lebih hati-hati ketika merawat pasien Covid-19 di ruang isolasi. WHO pada saat itu menemukan adanya kemungkinan aerosol yang dihasilkan pasien ketika dilaksanakan tes batuk oleh tenaga medis, dapat bertahan lebih lama di udara karena ruang isolasi bersifat kedap udara.

Source: pixabay
Source: pixabay

Dalam panduan terbarunya, WHO kini telah mengakui bahwa beberapa laporan penularan yang terjadi dalam ruangan berisi orang banyak mengarahkan pada kemungkinan transmisi aerosol melalui udara, seperti saat latihan paduan suara, makan di restoran atau di berolahraga di gym. Tetapi pihaknya menambahkan bahwa penelitian lebih lanjut "sangat dibutuhkan untuk menyelidiki contoh tersebut dan menilai signifikansi mereka untuk transmisi Covid-19".

"Bidang riset ini sangat berkembang dan masih banyak bukti baru, meski tidak definitif. Karena itu, kemungkinan penularan lewat udara atau airborne terutama dalam kondisi yang sangat spesifik tidak bisa dikesampingkan. Namun seluruh bukti perlu dikumpulkan dan dipahami," kata Dr Alleganzi.

Meski demikian, masyarakat dihimbau untuk tak panik dan tetap menjalani protokol kesehatan yang ada. Para pekerja kantoran diminta untuk selalu mengenakan masker dan menghindari kontak langsung dengan rekan lainnya.

Lebih lanjut, usahakan untuk tidak menyentuh permukaan yang dipegang banyak orang, seperti gagang pintu, tombol lift, dan tak menggunakan peralatan makan dari orang lain. Mensterilkan ruang kerja secara rutin terbukti efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Informasi selengkapnya dapat dibaca DI SINI.

#TrendingDunia