Viral Cerita Hasil Seni Kriya Disebut Jenglot Ratusan Tahun dan Dibeli Rp 7 Juta

kumparan Dipublikasikan 06.49, 08/08 • kumparanNEWS
Ilustrasi Jenglot Foto: Faisal Nu'man/kumparan

Seniman asal Jawa Tengah, Prabangkara Danadyaksa (30), menceritakan pengalamannya soal hasil karya yang pernah dibuat saat masih berstatus mahasiswa. Kisah nostalgianya yang bercerita soal 'jenglot' itu viral di media sosial, Jumat (7/8) kemarin.

Prabangkara menceritakan diawali sekitar tahun 2010 silam, dia mengambil mata kuliah seni kriya dan ditugaskan untuk membuat karya seni rupa tiga dimensi.

"Karena saya suka karya yang kecil dan ringkas, jadi saya memilih membuat jenglot. Jenglot adalah satu budaya yang jarang tersentuh dan banyak kisah mistis di baliknya," ungkap Prabangkara saat berbincang dengan kumparan, Sabtu (8/8).

Prabangkara juga mengaku mendapat ide itu dari salah satu penjual akik, yang kala itu batu akik sedang banyak diminati banyak orang. Menurut penjual akik itu, jenglot sedang banyak dicari oleh kolektornya.

Setelah melalui riset dan eksperimen, Prabangkara berhasil menciptakan karya jenglot buatannya sendiri. Rambut dari jenglot itu dia dapatkan dari tempat sampah tukang cukur pinggir sungai.

Untuk wangi aroma jenglot, dia dapat dari toko-toko parfum tua yang mudah ditemukan di Pantura.

Namun ketika diajukan kepada dosen, karya itu ditolak karena terlalu mengandung unsur horor dan tidak mencukupi nilai estetika.

"Karena saya yakin bahwa karya seni pasti akan menemukan jodohnya, saya menawarkan karya jenglot itu kepada salah satu orang yang mengaku sebagai paranormal, dia cukup terkenal di Pantura," ungkap Prabangkara.

Seniman yang kini menetap di Ubud, Bali tersebut tidak menetapkan harga jual jenglot yang dia buat kala itu, dia merelakan sang paranormal untuk menilai sendiri dengan ilmu yang diklaim dimilikinya.

"Paranormal tersebut langsung menyebut angka Rp 7 juta, saya memasang wajah datar dan beliau terlihat sangat suka. Malah paranormal itu menceritakan sejarah benda itu, kata dia karya seni saya adalah batara karang ratusan tahun, padahal saya buat sendiri secara handmade," tambahnya.

Tanpa bertanya bagaimana Prabangkara mendapatkan jenglot itu, Paranormal itu langsung memberikan Rp 7 juta rupiah sebagai bayaran. Prabangkara yang masih memasang wajah datar, langsung bergegas pamit.

Hingga hari ini, Prabangkara masih tidak tahu dari mana kisah paranormal itu dapat menyebut karya seni miliknya sebagai benda bersejarah.

"Paranormal gampang ditemukan di pantura dibandingkan kurator seni," ujarnya menutup cerita.

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

Artikel Asli