Viral, Bagi Sembako Korban COVID-19 Malah Kumpulkan Warga, Bupati Klaten Dikritik

Trending Now! Dipublikasikan 08.57, 09/04
wikipedia
wikipedia

Bupati Klaten Sri Mulyani tengah jadi sorotan terkait langkahnya di tengah pandemi virus korona baru COVID-19. Sebuah kritik soal program pembagian bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat tengah viral di media sosial.

Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menyiapkan anggaran sebesar Rp34 miliar untuk pengadaan alat perlindungan diri dan juga bantuan sembako kepada warga terdampak korona. Pada tahap pertama Bupati Sri mengatakan, pihaknya menyebarkan 3000 paket buat orang dalam pemantauan yang isolasi mandiri selama 14 hari. (cek penjelasan Bupati Sri selengkapnya DI SINI)

Bantuan sembako itu, kata dia, akan diantarkan oleh relawan ke tiap penerima yang berhak. Nah yang dikritik adalah seremoni yang menjadi awal pembagian bantuan itu. 

Akun @mahasiswaYUJIEM menyoroti seremoni yang mengumpulkan banyak warga di satu tempat di mana mereka berkumpul dan menunggu pemberian secara simbolis oleh Bupati Sri. Seremonial ini dianggap tak sejalan dengan gerakan pembatasan jarak fisik dan imbauan agar berdiam di rumah di tengah wabah virus korona. 

KRITIK TERBUKA UNTUK BUPATI KLATEN
Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas niat baik Bu Sri Mulyani (Istri dari Bupati 2 periode sebelumnya) yang sangat peduli terhadap warga klaten akhir-akhir ini. Ya karena sebelumnya kurang perhatian. Contohnya permasalahan Tambang Galian C. pic.twitter.com/YgntWfiErX

— mahasiswa yujiem (@mahasiswaYUJIEM) April 8, 2020

Tak butuh waktu lama cuitan itu telah mendapatkan 1.800 retweets serta 2.900 likes. Warganet pun ramai memberikan komentar terhadap twit tersebut. Warganet menyayangkan tindakan sang Bupati tersebut yang harus mengumpulkan banyak masyarakat di tengah pandemi virus korona ini, tak sedikit dari mereka ikut menandai Bupati itu dalam komentarnya

Sebagian dari warganet juga ikut menandai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo agar menegur Bupati Klaten.

Pak ganjar tolong ibu bupati diajak ngobrol lewat video call whatsapp line zoom atau platform lainnya ya pak, saya tau bapak pemimpin yang tegas :) @ganjarpranowo

— gutdekapucino (@titaapw_) April 9, 2020

Seorang warganet menyatakan sempat terganggu saat melewati jalan yang terdampak seremoni dari aksi Bupati Kalten tersebut

sumpaah kemaren aku lewat rame banget. ganggu jalan aja. ga usah ada lah seremoni kek gitu yg ngundang banyak pejabat daerah. kalo kasih yaudah kasih aja

— R U L E T (@telurcrispy) April 9, 2020

Beberapa warganet mengeluhkan bahwa upaya Bupati Sri menangani virus korona malah berujung pada terjadinya keramaian.

Sebelum ini Ibunya juga naik Jeep bagiin masker ke pasar dan sosialisasi pencegahan corona. Wong pasar malah kemruyuk. Seperti biasa ada tim dokumentasi bikin video buat diupload di sosmed ibunya. Jelas di bully. Saiki wes di take down videone.

— 𝘠𝘶𝘢𝘳 𝘠𝘶𝘢𝘳 𝘠𝘶𝘢𝘳 (@yuardwitami_) April 9, 2020

Sebelumnya Sri Mulyani juga pernah dikritik sebab tindakannya saat membagikan masker menggunakan mobil bak terbuka Dinas Perhubungan Klaten. Ia membagikan masker serta hand sanitizer kepada pedagang di Pasar Gede Kota Klaten, Pasar Gabus di Kecamatan Jatinom, dan Pasar Tjokro Kembangan di Kecamatan Tulung. 

Selain membagikan barang tersebut, Sri Mulyani juga melakukan sosialisasi bahaya virus korona. Karena aksi berkeliling menggunakan mobil dan mengumpulkan orang-orang, Sri Mulyani dinilai kurang perhatikan kebijakan mengenai social distancing. Cek berita selengkapnya  DI SINI