Vidi Aldiano Idap Kanker Ginjal, Kenali Gejala Awal dan Faktor Risikonya

Suara.com Dipublikasikan 07.06, 14/12/2019 • Ririn Indriani
Vidi Aldiano menderita kanker ginjal. [Evi Mariska/Suara.com]
Vidi Aldiano menderita kanker ginjal. [Evi Mariska/Suara.com]

Suara.com - Kanker memang salah satu momok bagi masyarakat. Hampir semua organ pada tubuh manusia bisa berubah menjadi kanker, termasuk kanker ginjal.

Berbicara soal kanker ginjal, baru-baru ini penyanyi Vidi Aldiano lewat video yang diunggahnya di akun instagramnya mengungkapkan bahwa dirinya mengidap kanker ginjal.

Dalam video tersebut, Vidi Aldiano juga mengemukakan bahwa pada Jumat (13/12/2019) ia berada di sebuah rumah sakit di Singapura.

"Halo semuanya, mungkin banyak yang bertanya dari kemarin kenapa gue bolak-balik ke Singapura. Hari ini gue baru bisa kasih tau alasannya," kata Vidi.

Vidi Aldiano dijenguk ibu penyanyi Alika Islamadina, Yuanita Rohali [Instagram/Yuanita Rohali]

Dalam video tersebut Vidi Aldiano menjelaskan rutin konsultasi ke dokter di Singapura untuk memantau perkembangan kesehatannya. Ia juga mengatakan bahwa semua jenis pemindaian kanker sudah dijalaninya.

Setelah konsultasi dan menjalani serangkaian pemeriksaan, Vidi Aldiano mengambil keputusan untuk menjalani operasi pengangkatan kanker di ginjal kirinya.

Menanggapi soal kanker ginjal seperti yang diderita oleh Vidi Aldiano, Akademisi dan Praktisi Klinis, Prof. DR. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD KGEH. MMB dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa jenis terbanyak pada kanker ginjal adalah adenokarsinoma yang berkembang pada parenkim ginjal sering disebut sebagai kanker sel ginjal, sama seperti pada kanker usus yang umumnya juga berasal dari adenokarsinoma.

"Sama seperti penyakit kanker lain, awal penyakit kanker ginjal juga tidak jelas. Pasien dengan kanker ginjal bisa saja di awal datang dengan BAK (buang air kecil--red) yang keruh atau seperti air cucian daging. Namun sekali lagi, BAK keruh tidak selalu karena kanker ginjal," tuturnya dalam penjelasan tertulisnya lewat aplikasi whatsApp yang diterima Suara.com, Minggu (14/12/2019).

Ilustrasi tes urine (air seni). (sumber: Shutterstock)

Untuk memastikannya, kata lelaki yang akrab disapa Dokter Ari, pasien harus menjalani pemeriksaan urine.

Dari pemeriksaan tersebut bila ditemukan sel darah merah (eritrosit) pada urine (kencing), maka tanda ini patut dicurigai dan perlu diketahui penyebabnya. Mengapa? Karena sel darah merah pada urine bisa jadi tanda kanker ginjal atau penyakit lainnya.

"Adanya darah pada BAK, membuat pasien juga bisa mengalami pucat atau anemia," imbuhnya.

Selain itu, pemeriksaan laboratorium, lanjut Dokter Ari, bisa menemukan adanya hemoglobin yang turun dibawah nilai normal.

Gejala lain yang juga bisa dirasakan pasien kanker ginjal, kata Dokter Ari, merasakan sakit pada pinggang atau bahkan merasakan ada benjolan pada perut tengah kanan atau kiri.

"Pemeriksaan fisik, dokter akan menduga bahwa telah terjadi pembengkakan pada ginjal. Pemeriksaan USG abdomen akan menemukan adanya tumor pada ginjal. Pemeriksaan CT scan abdomen akan lebih mengarahkan adanya kanker ginjal bahkan penyebaran yang sudah terjadi," jelasnya panjang lebar.

Ilustrasi ginjal. (Shutterstock)

Lebih lanjut Dokter Ari mengatakan bahwa pasien kanker termasuknya kanker ginjal umumnya juga mengalami penurunan berat badan, lemas dan nafsu makannya berkurang.

Pasien yang diduga tumor ginjal bisa ditemukan oleh dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam.

Apabila hasil pemeriksaan sudah mengarah ke tumor ginjal, lanjut Dokter Ari, pasien dikirim ke dokter urologi yang akan melakukan tatalaksana tumor ginjal lebih lanjut, termasuk pengangkatan ginjal jika memang sudah diduga adanya kanker ginjal.

"Saat ini sebenarnya sejak tahun 2005-2006, dokter onkologi urologi Indonesia sudah terbiasa untuk melakukan pengangkatan seluruh ginjal atau sebagian ginjal salah satunya, karena tumor ginjal dengan menggunakan teknik laparaskopi dan tidak perlu lagi dengan operasi dengan luka operasi yang besar," jelasnya merinci.

Lantas, apa saja faktor risiko yang tercatat berhubungan dengan kanker ginjal? Dokter Ari mengatakan bahwa merokok, obesitas dan hipertensi bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker ginjal.

"Faktor risiko lain yang berhubungan dengan kanker ginjal ini adalah faktor genetik.
Semakin dini atau stadium awal kanker ginjal ditemukan maka prognosisnya dan kelangsungan hidupnya akan lebih baik," jelasnya.

Dengan mengenal gejala awal dan faktor risiko yang terjadi, masyarakat dapat mengenali penyakit ini dan terhindar dari penyakit ini.

Artikel Asli