Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Kompas.com Dipublikasikan 13.28, 09/08 • Michael Hangga Wismabrata
Tangkapan Kayar dari Video yang Beredar
Warga saat menggotong jenazah Covid-19 melalui keranda di RST Soepraoen, Sabtu (8/8/2020).

KOMPAS.com - Video warga mengambil paksa dan menciumi jenazah berstatus probable Covid-19 menjadi viral di media sosial.

Dari penelusuran Kompas.com, peristiwa itu terjadi di Rumah Sakit Tentara (RST) Soepraoen Kota Malang pada Sabtu (8/8/2020).

"Kemarin sempat memang ada penolakan dari pihak keluarga, namun di RST Soepraoen karena yang bersangkutan adalah tokoh agama. Namun setelah diberi pengertian akhirnya mau dimakamkan secara protokol Covid-19," kata Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Minggu (9/8/2020).

Baca juga: Warga Berupaya Rebut Jenazah Covid-19, Buka Kantong Jenazah, dan Menciumnya

 

Dalam video berdurasi berdurasi 2 menit 42 detik tersebut tampak seorang warga membuka paksa keranda yang berisi jenazah berinisial BB (58) warga Kelurahan Buring, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang.

"Tiba-tiba keluarganya masuk, mau dibawa pulang, di RST Soepraoen," kata Kasat Intelkam Polresta Malang Kota, Kompol Sutiono.

Lalu, salah satu warga sempat membuka kantong dan bungkus jenazah dan menciumi jasad.

Sejumlah petugas medis dan aparat keamanan mencoba menghentikan aksi nekat warga tersebut.

Baca juga: Miris, Remaja Ini Tewas Dikeroyok Teman Usai Dituduh Curi Uang Rp 100.000

 

"Saya beri penjelasan akhirnya keluarga mau mengikuti protokol dengan catatan ikut memandikan. Keluarganya saya beri APD level 3. Memandikan di rumah sakit," katanya.

Berstatus probable Covid-19

Menurut informasi, BB meninggal saat menjalani perawatan di RST Soepraoen, Sabtu (8/8/2020).

Jenazah saat itu berstatus probable Covid-19. Jenazah itu lantas dimakamkan di TPU Buring, Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang dengan standar protokol kesehatan.

(Penulis: Kontributor Malang, Andi Hartik | Editor: Khairina)

Editor: Michael Hangga Wismabrata

Artikel Asli