Video Lawas Meghan Markle tentang Rasisme Viral di Tengah Kasus George Floyd

kumparan Dipublikasikan 12.50, 03/06 • kumparanWOMAN
Meghan Markle Foto: AFP

Dalam beberapa hari terakhir, warga Amerika Serikat tengah melakukan protes besar-besaran terkait isu rasisme. Gerakan yang menggaungkan tema #BlackLivesMatter ini terjadi setelah seorang warga Amerika berkulit hitam, George Floyd, meninggal dunia karena ditekan lehernya menggunakan lutut oleh seorang polisi pada Senin (25/5).

Di tengah ramainya pembicaraan mengenai kasus George Floyd ini, sebuah video lawas Meghan Markle kembali menarik perhatian. Pada 2012, Meghan Markle memang sempat membicarakan mengenai isu rasisme dalam video untuk kampanye 'I Won't Stand For…' yang digagas oleh organisasi non-profit asal AS, Erase the Hate.

Berdasarkan laporan DailyMail, Meghan yang ketika itu belum berpacaran dengan Pangeran Harry membicarakan mengenai rasisme terkait latar belakangnya dalam video tersebut. Ia menceritakan soal respons orang-orang mengenai rasnya, juga mengenai tindakan ofensif yang pernah menimpa keluarganya.

"Bagi saya, (isu rasisme) terasa begitu dekat. Saya adalah orang yang memiliki latar belakang ras ganda (biracial) dan kebanyakan orang tidak tahu saya terlahir dari ras apa. Sebagian besar kehidupan saya terasa bagaikan lalat di dinding (yang tidak signifikan)," ungkap Meghan dalam video tersebut.

"Jadi, beberapa hinaan yang pernah saya dengar, baik yang berupa gurauan sangat ofensif atau julukan yang menghina, benar-benar telah membuat saya sakit hati. Beberapa tahun lalu, saya mendengar seseorang memanggil ibu saya dengan sebutan N****," ujarnya menambahkan.

Selain itu, aktris serial 'Suits' itu juga bercerita mengenai tindakan rasisme yang pernah dialami oleh keluarganya. Saat kakek dan keluarganya sedang pindah rumah dari Cleveland ke Los Angeles, mereka harus masuk ke restoran melalui pintu belakang karena berasal dari ras kulit hitam. Walaupun berharap bahwa hal-hal seperti ini hanya terjadi di masa lalu, Meghan Markle mengatakan bahwa ia masih menemukan tindakan rasisme di era modern.

Meski begitu, dalam video yang sama, Meghan mengatakan bahwa dia bangga dengan latar belakangnya. Ia juga berharap bahwa dunia akan menjadi lebih baik ketika ia memiliki anak nanti.

"Saya harap, ketika saya sudah memiliki anak-anak, orang-orang akan lebih berpikiran terbuka mengenai perubahan dan lebih bisa menerima dunia yang beragam. (Keberagaman) membuat (dunia) lebih indah dan lebih menarik," ujar Meghan.

Setelah video ini kembali ramai diberitakan, netizen pun memberikan respons yang beragam. Tak sedikit yang mengekspresikan kemarahan mereka karena merasa Meghan selama ini menjadi korban perlakuan rasis, meski ada juga yang menuduh Meghan berusaha untuk ikut relevan di tengah kasus George Floyd.

Ini bukanlah pertama kalinya Meghan membicarakan mengenai isu rasisme. Di tahun 2015, ia diketahui pernah menuliskan sebuah artikel mengenai kehidupannya sebagai anak dari ayah berkulit putih dan ibu berkulit hitam. Walaupun hidupnya tak bebas dari perilaku rasisme, Meghan mengatakan bahwa orang tuanya selalu berusaha agar ia tidak merasa dikeluarkan dari tatanan masyarakat. Selain itu, dalam tur ke Afrika Selatan bersama Pangeran Harry di tahun 2019, Meghan juga menegaskan posisinya dalam isu ras. Ia mengungkapkan solidaritasnya kepada warga setempat, sebagai sesama women of color (perempuan terlahir dengan ras selain kulit putih).

Bagaimana menurut Anda, Ladies?

------

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

*****

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.

    

Artikel Asli