Veronica Koman Jadi Buronan Polisi Sedunia

Tempo.co Dipublikasikan 04.32, 20/09/2019 • Jobpie Sugiharto
Polda Jawa Timur menetapkan Veronica Koman, 31 tahun menjadi tersangka dengan pasal berlapis yaitu Undang-Undang ITE, Undang-Undang KUHP, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946, dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008. Facebook/Veronica Koman
KBRI Australia sudah berkomunikasi dengan Veronica Koman yang tengah kuliah S2 di Negeri Kanguru tersebut.

TEMPO.CO, Surabaya - Kepolisian Daerah Jawa Timur telah menetapkan tersangka provokasi dan penyebaran informasi palsu kerusuhan di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, Veronika Koman, sebagai buronan.
Nama Veronica Koman resmi masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Kepolisian juga telah mengeluarkan surat permintaan red notice kepafda Interpol untuk tersangka Veronica Koman. Hubinter Polri dan Interpol sudah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI Australia.
"Kemarin kami melakukan gelar perkara di Bareskrim bersama Hubinter bahwa kami sudah mengeluarkan DPO yang nanti akan kami tunjukkan," kata Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Luki Hermawan hari ini, Jumat, 20 September 2019.
Menurut Luki, KBRI sudah berkomunikasi dengan Veronica Koman yang tengah kuliah S2 di Negeri Kanguru tersebut. "Isi komunikasinya apa saya tidak tahu."
Dia mengjelaskan penetapan Verinica Koman sebagai buronan dan masuk DPO sudah sesuai prosedur. Sebelum dinyatakan DPO, penyidik sudah melakukan dua kali pemanggilan namun Veronica mangkir.
Veronica Koman dalam pernyataan tertulisnya menyatakan penetapan tersangka dirinya adalah upaya kriminalisasi dan pengalihan isu dari masalah pokok di Papua.
Bahkan, wanita 31 tahun itu menilai polisi telah menyalahgunakan wewenang.
"Kepolisian telah menyalahgunakan wewenangnya dan sudah sangat berlebihan dalam upayanya mengkriminalisasi saya, baik dalam caranya maupun dalam melebih-lebihkan fakta yang ada," ujar Veronica Koman.
NUR HADI

Artikel Asli