Valentino Rossi Ketagihan Jajal Mobil Balap F1 Hamilton

Kompas.com Dipublikasikan 05.24, 12/12/2019 • Gilang Satria
Foto: Speedweek
Valentino Rossi

VALENCIA, KOMPAS.com - Dua legenda balap Valentino Rossi dan Lewis Hamilton akhirnya bertukar ''senjata'' masing-masing. Rossi mencoba mobil balap F1 sedangkan Hamilton ngebut pakai Yamaha YZR-M1 2019.

Rossi memakai mobil W08 Mercedes-AMG Petronas edisi 2017 dengan nomor #46. Sedangkan Hamilton, sang juara dunia F1 enam kali, mengendarai M1 yang dipakai Rossi di Valencia di final MotoGP bulan lalu dengan nomor #44.

Baca juga: Ketika Rossi dan Hamilton Saling Tukar Kendaraan

Rossi juga turun dengan motor balapnya bersama Hamilton. Rossi berada di depan seolah memberikan pelajaran kepada pebalap asal Inggris tersebut.

Meski bukan balapan dan hanya eksibisi, tapi baik Rossi atau Hamilton mengaku cukup serius.

Sayang Monster Energy, pihak yang membuat acara ini tidak merilis best time Rossi dan Hamilton. Namun keduanya bertindak sebagai mentor satu sama lain dan masing-masing menyelesaikan beberapa putaran tanpa kendala.

"Sebelum ini saya sudah jadi penggemar Lewis, tetapi sekarang lebih lagi. Kami mengalami hari yang fantastis di mana dua jenis motorsport tidak hanya bertemu tetapi bekerjasama," kata Rossi mengutip, Crash.net, Kamis, (12/12/2919).

Baca juga: Tertinggal di Tes Jerez, Rossi Kecewa dengan Motor Barunya

Rossi terakhir menjajal mobil F1 pada 2010 atau nyaris 10 tahun lalu. Bukan hanya sekali dua kali, tercatat sejak tahun 2004 sampai 2010, juara dunia sembilan kali itu sudah enam kali menjajal jet darat Formula 1.

"Mencoba W08 adalah kesempatan yang spektakuler bagi saya. Saya telah mencoba mobil F1 sebelumnya, tetapi banyak yang telah berubah sejak saat itu. Hormat saya, saya terkesan dengan mobil dan penanganannya, serta tim Mercedes-AMG Petronas Motorsport, yang sangat bagus," kata Rossi.

The Doctor mengatakan, Hamilton dan tim sangat ramah sehingga memudahkannya terbiasa dengan mobil. Rossi mengakui awalnya kesulitan mengendarai mobil F1, namun ketika mulai terbiasa dia malah tak ingin berakhir.

"Pada awalnya kamu mendapatkan sensasi kecepatan yang luar biasa. G-force tidak terlalu buruk, tetapi dibutuhkan beberapa waktu untuk membiasakan diri. Begitu aku mengikuti ritme, aku benar-benar bisa mendorong. Itu adalah kesenangan yang luar biasa," kata Rossi.

Penulis: Gilang SatriaEditor: Azwar Ferdian

Artikel Asli