Ustadz Abdul Somad Tolak Salat Istisqa karena Hutan Sengaja Dibakar

Okezone.com Dipublikasikan 03.00, 23/09/2019 • Abu Sahma Pane
Ustadz Abdul Somad Tolak Salat Istisqa karena Hutan Sengaja Dibakar
Ustadz Abdul Somad mengaku enggan Salat Istisqa karena kebakaran hutan itu disengaja.

KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) di sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan menyebabkan kabut asap. Sebagai upaya menangani itu, sebagian ulama menyerukan agar digelar Salat Istisqa atau salat meminta hujan. Namun Ustadz Abdul Somad justru enggan menunaikan salat tersebut.

Dalam video ceramahnya yang diunggah ke akun Instagram @fsrmmriau, Ustadz Abdul Somad mengaku enggan Salat Istisqa karena kebakaran hutan itu disengaja, yaitu dibakar oleh perusahaan-perusahaan.

Oleh karena itu menurutnya karhutla dan kabut asap tidak harus dilawan dengan Salat Istisqa, namun pembakarnya harus dikum seberat-beratnya. Lebih lengkapnya, berikut ceramah Ustadz Abdul Somad tersebut:

"Gara-gara rahmat dicabut, sanggup orang membakar hutan. Sebanyak 6,7 juta orang menghirup udara kotor. Rahmat dicabut dalam hati. Aneh bin ajaib orang yang membakar itu pula ikut Salat Istisqa. Ya Allah turunkan hujan ya Allah. Yang membakar kan ente.

Saya seumur-umur hidup tak pernah Salat Istisqo, tak pernah. Sekalipun tak pernah. Berbuih mulut orang meminta saya Salat Istisqo, enggak. Karena saya tahu ini bukan kebakaran tapi dibakar. Ini kejahatan. Mendoakan orang jahat kok orang jahat didoakan.

Pembakar-pembakar (red. hutan) ini musti digantung di… di Monas, ditembak. Ih ustadz radikal ini," ucap Ustadz Abdul Somad disambut tawa jamaahnya. Ia kemudian melanjutkan ceramahnya;

"Kalau pengedar sabu yang mati yang sakau hanya yang beli sabu-sabu. Tapi yang pembakar hutan, bayi-bayi kena ISPA. Tadi berita, masuk ke FB, orangutan ikut jadi korban. Ular, menengok gambar ular. Ada yang dapat gambar ular? Ular sama anak ular sama cucunya ular mati. Ini kejahatan luar biasa. Siapa ini?

Ini bukan orang per orang, karena dari dulu nenek moyang kita kalau mau nanam padi memang bakar hutan. Tapi kenapa tak ada berasap zaman dulu, karena ini pembakarannya adalah corporate.

Orang-orang yang jahatnya luar biasa, maka tak bisa dilawan dengan Istisqa, harus dilawan dengan penegakan hukum yang tegas," pungkas Abdul Somad.

Artikel Asli