Usai Diracun Suami, Mujiati Berhijab dan Hijrah Tak Lagi Jadi PSK

kumparan Dipublikasikan 13.41, 12/11/2019 • Reza Aditya Ramadhan
Kapolsek Semarang Timur, Iptu Agil Widiyas Sampurna saat menjenguk Pujiati, istri yang diracun suaminya karena cemburu. Foto: Afiati Tsalitsati/Kumparan

Mujiati (35) kini bisa bernapas lega. Sebab, suami yang tega meracuninya telah mendekam di balik penjara. Mujiati bahkan berhijrah dari profesinya sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK). Dia kini buka warung kopi untuk menyambung hidup.

Kapolsek Semarang Timur Iptu Agil Widiyas Sampurna mengatakan Mujiati saat ini telah insaf. Mujiati memilih tak lagi menjadi PSK demi anak perempuannya yang baru lahir. Bahkan, Mujiati memilih menggunakan hijab, berbeda seperti sebelumnya.

"Iya dia jadi sekarang berhijab, hijrah lah sebutannya. Semoga beliau benar-benar menjadikan peristiwa kemarin pelajaran," ungkapnya, Selasa (12/11).

Agil mengatakan Mujiati berjanji kepadanya takkan lagi jadi PSK sejak masuk rumah sakit karena diracun oleh sang suami.

Kapolsek Semarang Timur, Iptu Agil Widiyas Sampurna saat menjenguk Pujiati, istri yang diracun suaminya karena cemburu. Foto: Afiati Tsalitsati/Kumparan

"Dia ingat lah kemarin waktu diracun itu rasanya bagaimana, sekarang istilahnya taubat," ujarnya.

Di sisi lain, Mujiati yang kini jadi orang tua tunggal harus mengurus anak-anaknya. Dia tak ingin ketiga anaknya kurang mendapat kasih sayang.

"Anaknya yang pertama itu usianya 15 tahun, tapi sudah tidak bisa dikendalikan kata dia, dia juga menyesal kan makanya sekarang mau urus anak," katanya.

Mujiati, menurut Agil, kini tinggal bersama kerabat yang sudah dianggapnya seperti keluarga sendiri. Sebab, Mujiati tak memiliki sanak saudara di Semarang.

"Iya dia asalnya Wonosobo. Kemarin tinggal sama suaminya itu di rumah mertua. Sekarang sudah sama temannya dia, katanya mau buka usaha, maka kita bantu. Semoga baik-baik lah dia," ujar Agil.

Artikel Asli