Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Update Corona di RI 19 Juni: 43.803 Positif, 2.373 Meninggal, 17.349 Sembuh

kumparan Dipublikasikan 08.38, 19/06/2020 • kumparanNEWS
Petugas pengelola pasar berkampanye pencegahan COVID-19 dengan membawa poster berisi pesan di Pasar Jatinegara, Jakarta, Kamis (11/6). Foto: Aditya Pradana Putra/Antara Foto

Pemerintah kembali memperbarui data jumlah pasien positif virus corona di Indonesia. Per Jumat (19/6) pukul 12.00 WIB, jumlah pasien positif bertambah 1.041 orang, sehingga total kini ada 43.803 terjangkit corona.

"Total (pasien positif) menjadi 43.803," kata juru bicara penanganan corona, Achmad Yurianto, di Kantor BNPB, Jakarta.

Jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal pun bertambah 34 orang. Sehingga jumlah pasien meninggal menjadi 2.373 orang.

Kabar baiknya, jumlah pasien virus corona yang sembuh bertambah 551 orang, menjadi 17.349 orang.

Petugas ambulans yang mengenakan pakaian hazmat, tiba di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Kamis (5/3). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Pemerintah dan DPR sepakat membuka pesantren namun dengan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat. Ini merupakan hasil kesepakatan dari rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Agama pada Kamis (18/6) malam kemarin.

Kemenag juga sudah mengeluarkan protokol kesehatan lengkap untuk pesantren dan pendidikan keagamaan di masa pandemi corona. Namun, tak hanya protokol kesehatan, Kemenag juga diminta ikut memfasilitasi tes corona untuk santri-santri.

"Pemerintah tidak bisa hanya sekadar mendorong agar pesantren mengikuti protokol kesehatan yang sudah diatur. Imbauan saja tidak cukup, mereka akan kesulitan. Sehingga, pemerintah harus meng-cover penuh biaya PCR Test, rapid test, penyediaan hand sanitizer, masker, dan sarana pencegahan COVID-19 lainnya bagi pesantren," kata Anggota Komisi VIII DPR Bukhori Yusuf kepada wartawan, Jumat (19/6).

"Agar layak memenuhi standar protokol kesehatan sebagaimana diatur oleh pemerintah," sambungnya.

Bukhori memahami Kemenag tak akan bisa memenuhi seluruh kebutuhan pesantren tersebut. Sehingga, ia mendorong Kemenag bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait dalam Gugus Tugas COVID-19 terkait pengadaan fasilitas dan pengecekan kesehatan.

Artikel Asli