Unjuk Rasa Tolak BBM Pecah di Iran, 106 Demonstran Diduga Tewas

kumparan Dipublikasikan 21.25, 19/11/2019 • Andreas Gerry Tuwo
Ilustrasi menentang kenaikan BBM di Iran. Foto: HANNIBAL HANSCHKE

Sebanyak 106 demonstran diduga dibunuh di seantero Iran. Pengunjuk rasa yang kehilangan nyawa tersebut turun ke jalan untuk menentang kenaikan harga BBM.

"Setidaknya ada 106 demonstran di 21 kota di Iran yang terbunuh, laporan ini dari sumber yang kredibel," sebut kelompok HAM Amnesti Internasional, seperti dikutip dari AFP.

Amnesti Internasional menambahkan, jumlah tersebut kemungkinan besar lebih tinggi dari yang mereka terima laporannya.

Beberapa sumber Amnesti Internasional menyatakan jumlah korban tewas mencapai 200 orang. Namun, angka tersebut belum terkonfirmasi kebenarannya.

Ilustrasi demo menentang kenaikan BBM di Iran Foto: HANNIBAL HANSCHKE

Menurut Amnesti Internasional tingginya jumlah korban tewas lantaran, aparat berwenang diberikan lampu hijau untuk 'meredam' demonstrasi.

"Otoritas Iran harus mengakhiri tindakan brutal ini sesegera mungkin," sebut anggota Amnesti Internasional Philip Luther.

Luther mengatakan, laporan yang mereka terima berasal dari berbagai sumber terverifikasi, termasuk di antaranya rekaman video, saksi mata di lokasi kejadian, dan aktivis HAM Iran.

"Kami melihat dalam sebuah rekaman, penembak jitu melepaskan tembakan ke arah demonstran dari atap gedung, dan bahkan dari helikopter," papar Luther.

Terkait laporan Amnesti Internasional, Iran masih bungkam. Namun, mereka pada awal pekan menyebut demo pada akhir pekan lalu menewaskan lima orang.

Tiga di antara lima orang yang tewas merupakan anggota aparat keamanan. Iran menuduh aparat keamanannya tewas akibat ditikam pengunjuk rasa.

Artikel Asli