Unik, Rumah Ini Memiliki Dapur yang Terletak di Malaysia dan Ruang Tamu Terletak di Indonesia, Begini Kisahnya

Intisari Dipublikasikan 02.45, 19/08/2019 • Afif Khoirul M
Sebuah rumah dibangun di atas Indonesia dan Malaysia.
Sebuah rumah dibangun di atas Indonesia dan Malaysia. Foto: Kolase/Facebook

Intisari-online.om - Jika Anda pernah menyaksikan film A Walk To Remember, Anda akan menyaksikan adegan di mana seorang pahlawan berdiri di dua tempat sekaligus.

Satu kakinya di Virginia, dan yang lainnya di North Carolina.

Namun fenomena ini juga terjadi di sebuah rumah yang dibangun di sebuah perbatasan Malaysia dan Indonesia.

Menurut World of Buzz pada Minggu (18/8/2019), jika Anda berada di dalam rumah ini, konon Anda juga berada di dua negara sekaligus, yaitu Indonesia dan Malaysia.

Rumah tersebut adalah sebuah bangunan yang berada di Sungai Haji Kuning di pulau Sebatik, yang baru-baru ini dibagikan oleh akun Facebook Osman Saide.

Menurut Osman, interior rumah tersebut dirancang berdasarkan di mana negara pada bagian rumah itu.

Misalnya, pada bagian dapur rumah tersebut terletak di Malaysia sedangkan bagian ruang tamunya terletak di Indonesia.

"Terkadang saya bingung, apakah saya di Malaysia atau Indonesia," Osman dalam postingannya.

"Bagian depan rumah dicat merah dan putih, untuk melambangkan bendera Indonesia, sedangkan bagian belakang dicat sesuai nuansa Malaysia," jelas Osman.

Tepatnya waktu itu, rumah tersebut juga ikut merayakan kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada Sabtu (17/8/2019) kemarin, jadi mereka mengecat bagian depan dengan warna merah putih.

Meski demikian, Osman tidak menjelaskan bahwa apakah rumah ini memiliki standar kewarganegaraan.

Diketahui Malaysia adalah rumah bagi 25.000 orang, sedangkan Indonesia memiliki 80.000 orang, merupakan populasi di pulau itu.

Tidak ada penjagaan di perbatasan, tidak ada kantor imigrasi dan tidak ada rumah pabean, serta pagar kawat berduri bahkan dinding.

Satu-satunya yang menjadi penanda perbatasan hanya tumpukan beton yang terletak setiap kilometer, menurut keterangan itu.

Selain rumah yang berdiri di dua negara sekaligus itu, sebelumnya ada seorang siswa SD yang juga seorang pelintas negara untuk bersekolah.

Dia adalah Nursaka, yang merpakan bocah 8 tahun yang tinggal di Tebedu Serian, Sarawak, Malaysia.

Meskipun tinggal di Malaysia, Nursaka dan keluarganya merupakan WNI, untuk urusan pendidikan Nursaka pergi ke sekolah Indonesia di Wilayah Sontas, Entikong, Kalimantan Barat.

Artikel Asli