Ucapan Pelaku Sebelum Tusuk Staf KPU Yahukimo: Kalian Orang Mana, Orang Indonesia? Mana KTP-nya?

Kompas.com Dipublikasikan 17.49, 12/08 • Pythag Kurniati
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi penusukan.

KOMPAS.com- Dua orang staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yahukimo yakni Hendri Johnpinsky (25) dan KM (38) diserang orang tak dikenal, Selasa (11/8/2020). Hendri Johpinsky tewas seketika dalam insiden penyerangan di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua itu.

Pelaku sempat menanyakan perihal asal korban dan KTP-nya sebelum menusuk Hendri.

Diadang usai mengantar obat

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengemukakan, awalnya Hendri dan temannya, KM mengantar obat untuk seorang rekan, KP (30).

Ketika itu, KM bersama Hendrik mengendarai sepeda motor dalam perjalanan kembali ke Dekai.

Namun, di tengah perjalanan, mereka diadang oleh orang tak dikenal yang menanyakan kartu tanda penduduk (KTP).

Pria itu juga memegang senjata tajam.

"Setelah melintasi Jalan Gunung, tepat di atas Jembatan Kali Teh, saksi dan korban diadang oleh seorang pria bercelana loreng dan berambut gimbal," kata Kamal.

Tanyakan orang mana, tiba-tiba menusuk punggung

Kamal melanjutkan pria itu kemudian meminta KTP Hendrik dan KM.

"(Pelaku) memegang dua pisau atau sangkur menanyakan kedua korban tersebut: 'Kalau kalian orang mana, orang Indonesia, mana KTP-nya?'," kata Kamal.

Usai menerima KTP Hendrik, pelaku berjalan ke belakang. Tiba-tiba pria bercelana loreng itu menusuk punggung Hendri.

KM yang panik karena rekannya ditusuk, berlari dan meminta tolong. Tapi tiba-tiba, muncul pelaku lainnya.

"Saat itu juga datanglah teman pelaku dari arah kali jembatan sambil memegang satu buah sangkur dan langsung menusuk korban di bagian leher," kata Kamal.

Nyawa Hendri tak bisa diselamatkan. Ia tewas seketika di tempat kejadian.

Polisi kejar pelaku

Polisi telah mengantongi ciri-ciri pelaku berdasarkan keterangan saksi, yakni KM.

Kini polisi melakukan pengejaran terhadap mereka.

Adapun, jenazah Hendri diterbangkan untuk dimakamkan di Yogyakarta Rabu (12/8/2020) pagi.

 

Baru setahun bertugas

Adik kandung korban, Helga Mauli Jovinska (17) menjelaskan, keluarga terpukul mendengar kabar kepergian Hendri.

Hendri, kata dia, baru satu tahun bertugas di KPU Yahukimo.

Ia merupakan lulusan ITT Telkom Purwokerto jurusan rekayasa perangkat lunak tahun 2018.

Hendri kemudian diterima sebagai PNS di KPU Yahukimo.

Sejak bertugas di Yahukimo, Hendri baru satu kali pulang ke kampung halamannya.

"Sudah berangkat (lagi) malah kayak gini, kalau tahu mau kayak gini, tidak mungkin suruh berangkat. Pulang baru sekali itu, sempat telepon tahun depan mau pulang, malah kayak gini, tidak nyangka banget," ujar Helga saat ditemui di Kecamatan Sumbang, Banyumas, Jawa Tengah.

Hendri akan dimakamkan di di TPU Dusun Rewulu Wetan, Kelurahan Sidokarto, Godean, Sleman, DIY.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Fadlan Mukhtar Zain, Dhias Suwandi , Editor : Robertus Belarminus, Dheri Agriesta, David Oliver Purba, Dony Aprian)

Editor: Pythag Kurniati

Artikel Asli