UGM Tegaskan Tidak Dukung Aksi Demonstrasi #GejayanMemanggil

Merdeka.com Dipublikasikan 04.46, 23/09/2019
Ilustrasi
Aksi demonstrasi #GejayanMemanggil ramai diperbincangkan di media sosial. Aksi demonstrasi akan digelar pada Senin (23/9) di kawasan Gejayan, Sleman.

Aksi demonstrasi #GejayanMemanggil ramai diperbincangkan di media sosial. Aksi demonstrasi akan digelar pada Senin (23/9) di kawasan Gejayan, Sleman.

Terkait adanya aksi #GejayanMemanggil, Universitas Gadjah Mada (UGM) mengeluarkan surat edaran merespons hal tersebut. Surat edaran ini tertuang dalam surat bernomor 6909/UNI.P/HMP/HM/2019. Surat edaran ini ditandatangani Rektor UGM, Panut Mulyono.

Kabag Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani menyebut bahwa surat edaran tersebut memang benar dikeluarkan oleh Rektor UGM. "Benar (surat edaran dikeluarkan UGM)," ujar Iva, Senin, (23/9).

Melalui surat edaran itu, ada tiga poin utama yang disampaikan oleh UGM. Poin pertama, UGM tidak terlibat dan tidak mendukung aksi tersebut.

Poin kedua disebut kegiatan akademik pada Senin (23/9) akan tetap berjalan seperti biasa. Untuk itu para mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan di lingkungan UGM, diminta untuk tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

Pada poin ketiga disampaikan bahwa partisipasi terhadap aksi tersebut diminta tidak melibatkan UGM dalam bentuk apapun. Segala hal yang dilakukan dalam aksi tersebut menjadi tanggung jawab pribadi.

Artikel Asli