UEA, Amerika Serikat dan Israel sepakat menghentikan aneksasi wilayah Palestina

Kontan.co.id Dipublikasikan 17.04, 13/08/2020 • Syamsul Ashar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, mengklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyetujui untuk menghentikan aneksasi terhadap wilayah Negara Palestina.

Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, yang juga Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab ini menyatakan dirinya telah mengadakan pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu melalui sambungan telefon. Ia menyebut pada pembicaraan tersebut Donald Trump dan Netanyahu menyetujui kerja sama penuh antara Israel dan Uni Emirat Arab.

During a call with President Trump and Prime Minister Netanyahu, an agreement was reached to stop further Israeli annexation of Palestinian territories. The UAE and Israel also agreed to cooperation and setting a roadmap towards establishing a bilateral relationship.

— محمد بن زايد (@MohamedBinZayed) August 13, 2020

 

Sheikh Mohamed menyampaikan hal ini dalam sebuah unggahan di akun tweet, yang dikutip oleh gulfnews.com Sheikh Mohamed mengumumkan bahwa selama pembicaraan telefon tersebut Israel setuju untuk menghentikan aneksasi lebih lanjut atas wilayah Palestina.

"Selama telefon dengan Presiden Trump dan Perdana Menteri Netanyahu, sebuah kesepakatan dicapai untuk menghentikan aneksasi Israel lebih lanjut atas wilayah Palestina. UEA dan Israel juga setuju untuk bekerja sama dan menetapkan peta jalan menuju dan membangun hubungan bilateral," katanya Sheikh Mohamed. 

Selain itu, gulfnews.com menyebut UEA, Amerika Serikat dan Israel akan melanjutkan upaya untuk mencapai resolusi yang adil, komprehensif dan tahan lama untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina. 

Beberapa pertimbangan dalam pembicaraan damai tersebut, semua pihak ingin menetapkan adanya visi untuk perdamaian bagi semua agama. Diantaranya semua Muslim yang datang dengan damai dapat mengunjungi dan berdoa di Masjid Al Aqsa, dan tempat-tempat suci Yerusalem lainnya harus tetap terbuka untuk semua agama.

Artikel Asli