Tutup 3 Bulan karena Corona, Pengelola Bioskop Akui Pangkas Pegawai

kumparan Dipublikasikan 07.52, 03/06 • kumparanBISNIS
Ilustrasi Bioskop. Foto: Pixabay

Pandemi COVID-19 menyebabkan banyak bioskop berhenti beroperasi. Akibatnya, banyak pengelola layar lebar mengeluhkan penurunan pendapatan hingga terpaksa melakukan pengurangan pegawai.

Ketua Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengatakan, selama tiga bulan ini pengelola bioskop harus terus membayar biaya-biaya, salah satunya biaya maintenance peralatan.

“Sekarang ini di (keputusan buka atau tutup) tangan otoritas pemerintah masing-masing. Kita masih menunggu (beroperasi) aja,” ujarnya kepada kumparan, Rabu (3/6).

Ilustrasi masyarakat menonton film di bioskop. Foto: Kemenparekraf

Djonny yang juga merupakan pengelola layar lebar Dakota Cinema mengaku tidak memperpanjang kontrak kerja pegawai di 7 lokasi di Indonesia. Ia menggambarkan terdapat 24-25 pegawai di setiap lokasi.

“Karena memang pegawai kita outshouching separuh aja, kebetulan kontraknya udah abis,” lanjutnya.

Sementara itu, salah satu pengelola layar lebar CGV, PT Graha Layar Prima Tbk melaporkan pengurangan pegawai harian dan paruh waktu sebanyak 1.478 orang melalui surat resmi (29/5) lalu.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum Asosiasi Pusat-Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan menyatakan, segala sesuatu terkait rencana pembukaan kembali mal, masih berkembang melihat kondisi penyebaran virus corona.

“(Mal buka 5 Juni) Saya kira informasinya agak salah itu. Sebenarnya ini kan PSBB (DKI) berakhir 4 Juni. Nah pertanyaannya apakah mal akan buka tanggal 5 nya saya kira itu tergantung, tergantung daripada apakah grafik daripada RO (indeks penularan) kita untuk COVID-19 turun di bawah 1,” kata Stefanus dalam wawancara khusus di program Live Corona Update kumparan, Rabu (27/5).

Artikel Asli