Turis Belanda Tewas Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Wasiat Minta Maaf

Kompas.com Dipublikasikan 13.35, 22/11/2019 • Kontributor Bali, Imam Rosidin
Ilustrasi jenazah.

BADUNG, KOMPAS.com - Seorang turis asal Belanda, Reinoud Alexander Maria Weuste (65) ditemukan tak bernyawa di sebuah penginapan, Jalan Raya Kuta, Badung, Bali, Jumat (22/11/2019) pukul 09.00 Wita.
Korban meninggal karena gantung diri diduga menggunakan kabel cas ponsel miliknya.
Kanit Reskrim Polsek Kuta, Iptu I Putu Ika Prabawa mengatakan, dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah ke pidana.

Baca juga: Turis Inggris yang Tampar Petugas Imigrasi Hanya Ditahan 2 Bulan di Lapas Kerobokan Bali

Selain itu, pihaknya juga menduga korban mengakhiri hidupnya karena mengalami depresi.
Hal tersebut dibuktikan dengan ditemukannya surat wasiat yang ditulis tangan. Wasiat tersebut ditujukan kepada Wayan Werka.
Isi surat wasiat tersebut adalah permintaan maaf atas semua kejadian ini. Alasan korban gantung diri dikarenakan uangnya telah hilang dan pacarnya meninggalkannya.
"Kemudian dia tidak mau kembali serta semua barang yang dimilikinya diberikan kepada Pak Wayan Werka dan permintaan korban agar menghubungi konsulatnya," kata Prabawa, Jumat malam.
Dari keterangan Wayan Werka, pemilik penginapan, korban masuk pada Kamis (7/11/2019) lalu. Rencananya, saat itu akan menginap selama satu minggu.
Saat masuk tersebut, korban mengaku sedang dalam perawatan medis di RS Siloam karena sakit paru-paru.

Baca juga: Viral Turis Perancis Tertangkap Tangan Curi Vodka di Ubud
Selama di penginpan, korban lebih sering tinggal di dalam kamar dan hanya sesekali keluar kamar.
Kematian korban pertama kali diketahui oleh Achmad Yasin, karyawan penginapan. Saat itu, ia hendak membersihkan kamar korban.
Saat membuka pintu, kaki korban seperti mengganjalnnya. Kemudian, saat masuk terlihat korban sudah dalam posisi tergantung.
Kejadian tersebut lantas dilaporkan ke pihak Kepolisian Polsek Kuta.

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini:

https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

Penulis: Kontributor Bali, Imam RosidinEditor: Robertus Belarminus

Artikel Asli