Tunda Revisi, Mahasiswa Ini Kaget Dosen Pembimbing Pensiun

Keepo.me Diupdate 14.02, 12/08 • Dipublikasikan 04.25, 12/08 • Dea Dezellynda

Mengaku sering menunda revisi hingga tak tahu dosen pembimbingnya sudah pensiun.

Dibutuhkan ketekunan dalam menyelesaikan tugas akhir atau skripsi. Kebiasaan menunda pekerjaan akan membuat waktu untuk menyelesaikan skripsi menjadi semakin lama. Jangan sampai mengalami nasib malang seperti seorang mahasiswa bernama Julian ini.

Gara-gara terlalu lama mengerjakan skripsi, Julian sampai tidak tahu jika dosen pembimbingnya sudah pensiun. Akhirnya ia pun harus mencari dosen pembimbing baru.

1.Dosen pembimbing pensiun

twitter.com
twitter.com

Dilansir dari Suara.com, Minggu (09/08/20), seorang mahasiswa kaget bukan main ketika menghubungi dosen pembimbingnya untuk mengajukan revisi. Saking lamanya ia mengerjakan skripsi, ternyata dosen pembimbingnya telah mencapai masa pensiun.

Kisah tersebut dialami oleh pemilik akun Twitter @ibrgdrgnxhlm. Ia menceritakan pengalaman tersebut dalam sebuah unggahan yang berisi foto tangkapan layar pesan WhatsApp. Pesan tersebut berisi percakapan dirinya dengan dosen pembimbing skripsi.

"Assalamualaikum.wr.wb pak. Mohon maaf mengganggu waktunya. Saya sudah email revisian saya ke email bapak. Mohon dicek pak. Terimakasihh wassalam," tulis mahasiswa bernama Julian itu dalam pesannya.

"Waalaikumsalam wr.wb. Maaf Julian, sejak 1 Juli 2020 saya sudah pensiun. Oleh sebab itu tidak bisa lagi membimbing saudara, dan agar Julian lapor ke Ka. Prodi. Terima kasih. Wassalam. Abdul Qodir," jawab dosen pembimbingnya.

Revisian sampe dosbingnya pensiun anjay pic.twitter.com/fIlI46jyq2

— 𝕊𝕖𝕤𝕤𝕙𝕠𝕞𝕒𝕣𝕦 (@ibrgdrgnxhlm) August 5, 2020

2.Terlalu lama mengerjakan skripsi

twitter.com
twitter.com

Masih dalam akun Twitter-nya, Julian menjelaskan jika apa yang ia alami dikarenakan kesalahannya sendiri. Ia juga mengatakan jika kini ia telah mendapatkan dosen pembimbing baru.

"Disclaimer ya teman2 bahwasannya disini sy yg salah karena menunda2 revisian saya, kesalahan bkn pd dospem sy. Saya hanya mengantisipasi twitt ini menjadi bola liar, trimakasiii dan sy jg sudah mendapat dospem bru xixi," tulisnya.

Ia juga menceritakan pengalamannya tersebut dikarenakan ia suka menunda pekerjaan sehingga skripsi yang ia kerjakan selalu mundur untuk diselesaikan. Ia meminta para netizen untuk menjadikan pengalamannya itu sebagai pelajaran untuk tidak menunda pekerjaan.

"Twitt diatas sbgai pembelajaran untuk kita, agar tidak menunda2 pekerjaan sperti saya, untuk itu semangat untuk teman2 yg sedang mengerjakan tugas akhir, ganbatte minna san anjayy mabar," imbuhnya.

3.Tanggapan netizen

twitter.com
twitter.com

Tak disangka, curhatan Julian menarik respon dari banyak netizen. Terlihat kolom komentar unggahannya ramai dikomentari netizen. Banyak pula yang menuliskan pengalaman serupa dengan Julian.

@SalsaLalalaaa: Temenku ada yang begini. Iya gimana lagi takdir gaada yang tahu. Nah bertepatan sebenarnya kurang 3 hari lagi dia sidang. Belum dittd juga. Akhirnya ganti dosen. Alhamdulillahnya dosbing yang baru pengen nMbahin variabel. Tp gjdi"

@muollaf: "Semoga dosbing skripsi mu yang baru ndak aneh2 maunya alias sefrekuensi sama dosbing sebelumnya. Kalo disuruh ganti judul mampus lah"

@hertalutfiera: "Aku inget banget kemarin dapet dosbing yang masa dinasnya mau abis. Beruntung banget mei bapak pensiun, juni juli masih mau sempetin hadir seminar dan ujian kompre. Dan masih menerima bimbingan ke rumah. Semoga sehat selalu bapak"

Apa yang dialami Julian bisa menjadi pelajaran berharga untuk kita semua, yakni untuk tidak menunda pekerjaan. Terlebih saat mengerjakan tugas akhir.

Artikel Asli