Tua-tua Keladi, Berikut 5 Penyerang Uzur yang Harus Diwaspadai

kumparan Dipublikasikan 11.52, 06/08/2020 • Viral Bola
Dua pemain tua di Serie A. Foto: MIGUEL MEDINA / AFP

Banyak yang beranggapan bahwa masa emas seorang pesepak bola relatif singkat.

Menjelang sang pemain berusia kepala tiga, biasanya klub-klub mulai melirik pemain muda untuk menggantikan sang pemain tua bilamana penampilannya mulai menurun.

Well, anggapan itu enggak sepenuhnya salah, sih. Wong, para pemain juga kerap mulai 'lirik-lirik' sumber penghasilan baru di usianya yang mulai menginjak kepala tiga.

Namun, untuk beberapa pemain yang percaya bahwa usia hanyalah angka, anggapan tersebut mungkin saja tak berlaku bagi mereka.

Beberapa pemain tua memang getol berlatih fisik agar tak kalah saing dengan anak-anak muda. Terlebih, banyak pemain usia 30-an yang masih tampil apik bersama timnya.

Jadi, langsung saja. Berikut kami sajikan nama-nama pemain tersebut. Sila disimak.

Zlatan Ibrahimovic (38 tahun)

Zlatan Ibrahimovic memimpin rekan-rekannya di Milan. Foto: Alberto PIZZOLI / AFP

Soal menjaga eksistensi di usia tua, Ibrahimovic boleh jadi juaranya. Penyerang berwatak 'arogan' tersebut memang tak mampu bersaing dalam perebutan top score Serie A musim ini. Sebab, ia baru dipulangkan ke AC Milan di awal tahun 2020.

Ibra memang terkenal dengan kebiasaannya yang suka pindah-pindah ke klub besar. Deretan tim besar dunia sudah melengkapi perjalanan kariernya. Sebut saja Ajax Amsterdam, Inter Milan, Juventus, Paris Saint-Germain, Barcelona, Manchester United, dan AC Milan. Lengkap bukan?

Menyoal kontribusinya di setengah musim bersama AC Milan, ia tak perlu diragukan lagi. Pemain asal Swedia tersebut sukses membukukan 10 gol dan 5 assist.

Di akhir musim, ia juga berhasil membawa I Rossoneri ke kualifikasi Liga Europa musim depan dengan finis di posisi ke-6.

Cristiano Ronaldo (35 tahun)

Si tua-tua keladi. Foto: Marco BERTORELLO / AFP

Nama besar Cristiano Ronaldo tak hilang dari deretan penyerang tajam meski telah memasuki usia senja. Malah, posisinya nyaris tak tergantikan di mana pun ia bermain.

Dua tahun lalu, CR7 memutuskan untuk bergabung ke Juventus. Rasa penasarannya akan kompetisi Serie A terbayar lunas dengan dua scudetto dalam dua musim pertamanya bersama 'Si Nyonya Tua'.

Meski tak mampu merengkuh gelar top score di Italia, Ronaldo setidaknya tetap menorehkan catatan apik. Ya, penyerang asal Portugal tersebut berhasil membukukan 31 gol dari 33 penampilannya musim ini. Hal itu sekaligus menempatkannya di urutan ke dua di bawah Ciro Immobile dalam daftar pencetak gol terbanyak.

Lionel Messi (33 tahun)

Yeahh! LLUIS GENE / AFP

Pencapaian Lionel Messi di musim ini berbanding terbalik dengan Ronaldo. Sebenarnya, sama-sama bermain bagus, sih. Namun, pencapaiannya saja yang berbeda.

Ronaldo sukses membawa Juventus menjuarai Serie A, namun tak mampu merengkuh titel top score. Sementara, Messi mampu menjadi top score di La Liga, namun tak sanggup menopang Barcelona menjadi kampiun musim ini.

Soal perannya, Messi tak perlu ditanyakan lagi, lah. Mengabdi belasan tahun di sana, Messi memang sudah menjadi sosok penting bagi Blaugrana.

Statistiknya musim ini pun cukup fantastis. Di usianya yang sudah menginjak kepala tiga, penyerang asal Argentina tersebut masih mampu membukukan 25 gol lengkap dengan 22 assist.

Robert Lewandowski (31 tahun)

Robert Lewandowski. Foto: REUTERS / Kai Pfaffenbach / Pool DFL

Nah, kalau Lewandowski, boleh jadi merupakan penyempurnaan dari Messi dan Ronaldo di musim ini. Ya, memang secara usia, penyerang asal Polandia tersebut terbilang lebih muda dari mereka berdua. Namun, Lewandowski tetaplah pemain berusia kepala tiga.

Well, musim ini Lewandowski sukses menyabet trofi Bundesliga bersama Bayern Muenchen, lengkap dengan titel top score untuk raihan pribadinya.

Di samping itu, statistik mencatat bahwa Lewandowski berhasil membukukan 34 gol dari 31 penampilannya. Perannya juga nyaris tak tergantikan. Hal ini terbukti dari presentasi dirinya menjadi starting eleven musim ini mencapai angka 91% (transfermarkt).

Odion Ighalo (31 tahun)

Odion Ighalo saat berkostum Manchester United. Foto: Getty Images/Clive Brunskill

Mungkin banyak yang bertanya-tanya mengapa kami memilih sosok yang satu ini. Well, khusus Ighalo, kami berikan penilaian yang agak berbeda --tak melulu berdasarkan statistik.

Seperti diketahui, Ighalo didatangkan Manchester United di awal tahun dari salah satu klub China, Shanghai Shenhua. Menyoal statistik, catatan yang ia miliki memang tidak bisa dikatakan bagus.

Sekedar untuk mendapatkan menit bermain pun penyerang asal Nigeria tersebut nampak kesulitan. Sejauh ini ia hanya mampu membukukan 2 gol di ajang Liga Europa.

Namun, kisah perjuangannya untuk bergabung bersama Manchester United perlu diapresiasi. Ya, Ighalo baru mampu meraih cita-citanya tersebut di usia kepala tiga.

Ighalo memang merupakan fan Manchester United sejak kecil. Dirinya mengaku senang bukan kepalang kala mendapat tawaran untuk bergabung dari MU.

Kini, ia kudu membuktikan bahwa dirinya memang layak untuk dipatenkan, mengingat statusnya saat ini hanya sebatas pemain pinjaman.

Artikel Asli