Trump Blokir WeChat, Alasan Bisnis Apple Terancam Goyang di Cina

Infokomputer.com Dipublikasikan 13.30, 11/08 • Adam Rizal
 Apple Store China
Apple Store China

Presiden Donald Trump melarang penggunaan aplikasi WeChat di AS. Hal itu mengakibatkan konsekuensi luas kepada hampir seluruh industri teknologi, termasuk berdampak besar kepada Apple di Cina.
Apple memiliki basis pelanggan di Cina yang signifikan dan hampir semua mitra manufaktur dan perakitan penting berbasis di sana.

Larangan Trump mungkin tak hanya memaksa Apple untuk menghapus WeChat dari App Store-nya, tetapi juga dapat mengubah cara Apple membangun dan menjual produk baru di masa depan.

Menggunakan iPhone tanpa WeChat secara efektif bukanlah sebuah ponsel bagi ratusan juta pengguna di Cina yang sangat mengandalkan layanan tersebut.

Jika Apple tidak dapat menyediakan WeChat di iPhone karena larangan Trump, maka bisnisnya di Cina hampir pasti akan menguap dalam semalam.
Dilansir dari London Daily, WeChat mengakomodasi banyak layanan seperti pemesanan taksi, melakukan pembayaran, namun layanan andalannya adalah platform pengiriman pesan. Layanan pesan ini menjadi kunci bagi warga Cina.
Warga Cina tidak mungkin beralih ke platform pengiriman pesan yang berbasis di AS. Sebelumnya Cina telah memblokir media sosial dari barat seperti Facebook Messenger, Instagram, Google, dan Snapchat.

Belakangan, WhatsApp juga diblokir dari negara itu. Namun, warga China masih bisa mengakses media sosial tersebut melalui VPN (virtual private network). Namun, koneksi menggunakan VPN seringkali tidak stabil.
Jika Trump benar-benar meminta Apple menghapus WeChat dari toko aplikasi, maka ini akan jadi ancaman serius buat pengguna Apple di Cina. Pasalnya, pengguna Apple tak bisa sembarangan memasang aplikasi dari pihak ketiga.

Berbeda dengan Android yang bisa memasang aplikasi dari toko lain jika diblokir oleh Play Store.
Larangan dagang perusahaan AS dengan WeChat dan perusahaan yang menaunginya, Tencent, bisa memberi dampak serius bagi Apple.

Pelarangan ini merupakan buntut dari meningkatnya konflik perang dagang antara AS dan Cina selama bertahun-tahun.
Penjualan Apple di Cina bukan hanya bergantung pada iPhone semata. Tapi, pengguna Apple di Cina juga cukup royal menghabiskan uang untuk membeli aplikasi.

Berdasarkan data April tahun ini, pengguna Chin menghabiskan US$1,53 miliar pada April untuk pembelian di App Store.

Angka ini belum termasuk uang yang dihabiskan untuk berlangganan iCloud atau Apple Music.
Selain itu, kesuksesan Apple di bawah Tim Cook sebagian besar dibangun di atas ekspansinya ke Cina, baik sebagai pusat manufaktur maupun basis pelanggan yang signifikan.
Larangan WeChat oleh Trump dapat menyerang fondasi yang dulunya kokoh, dengan potensi untuk menghancurkan salah satu benteng pelanggan terbesar Apple dan kemampuannya untuk memproduksi hampir semua produknya.

Bahkan jika semua konflik ini mereda, momen ini adalah pengingat yang jelas bagi Apple tentang betapa bergantungnya perusahaan itu pada Cina

Artikel Asli